Quem pastores laudavere (SATB div. with Organ)

Komposer

Kategori

Loading...

Deskripsi Karya

Quem pastores laudavere adalah sebuah syair natal yang muncul pada sekitar abad pertengahan. Teks ini berkisah tentang kelahiran Yesus Kristus, yang secara padat menyebutkan orang-orang yang disebutkan dalam kitab Injil, yakni para gembala, malaikat, orang majus, dan Bunda Maria. Secara khusus penciptaan karya ini terinspirasi dari refleksi atas perjalanan orang- orang majus dari Timur yang mengikuti Bintang Timur (Matius 2:2) menuju Betlehem tempat sang Raja Kemuliaan lahir bagi umat manusia, dan mempersembahkan emas, kemenyan dan mur (Matius 2:11).

Kisah tersebut kiranya sesuai dengan situasi yang pernah kita alami selama pandemi Covid-19, saat karya ini dikerjakan, ketika segala sesuatu berada dalam ketidakpastian. Sama seperti kita pada saat pandemi, para majus tidak tahu apa yang ada di ujung perjalanan mereka. Ketidakpastian dan keraguan tentu juga menyelimuti setiap langkah mereka. Namun pada akhirnya, terbayar tuntas ketika sampai di Betlehem, menjumpai dan menyembah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. Dalam iman kita pun dapat meyakini harapan pasti akan keselamatan yang datang dari Allah.

Bagian awal setiap birama selalu menggunakan harmoni disonan untuk menggambarkan situasi yang tidak nyaman, sebagai sebuah refleksi atas perasaan tidak pasti. Hanya bagian akhir saja yang selalu terselesaikan dengan harmoni konsonan sebagai penggambaran kelegaan dan sukacita para majus yang berjumpa dengan bayi Yesus.

Bait pertama yang dinyanyikan oleh sopran dan tenor hendaknya dinyanyikan dengan ringan untuk memberi kesan malam yang tenang ketika para malaikat mewartakan kabar gembira kepada para gembala. Bait kedua dinyanyikan oleh tenor dengan iringan suara lainnya sebagai latar belakang untuk tetap memelihara kesan malam tenang. Setelah bait kedua terdapat seruan Alleluya yang dibuat tidak hanya sebagai interlude, tapi juga sebuah pekik sukacita atas kelahiran Sang Juruselamat. Bagian ini hendaknya dinyanyikan lebih cepat dan lebih menampakkan sukacita. Bait ketiga dinyanyikan dengan lembut dan tenang. Pada bagian akhir, tempo dan dinamika sedikit dinaikkan sebelum menuju bait selanjutnya.

Bait terakhir menggunakan teks bait pertama dengan nuansa yang jauh berbeda, sehingga bait terakhir menjadi lebih megah dan khidmat. Ini menunjukkan keseluruhan lagu sebagai sebuah perjalanan iman yang awalnya ragu dan tidak pasti, pada akhirnya menemukan sukacita dan kebahagiaan karena berjumpa dengan Allah. Nyanyian yang digubah untuk paduan suara SATB ini dapat dinyanyikan dengan iringan, walaupun aslinya dibuat tanpa iringan.

Harga aslinya adalah: Rp35.000.Harga saat ini adalah: Rp31.500.

per copy

Berlaku Lisensi Selamanya
Partitur digital • Untuk 1 paduan suara/institusi • Penggunaan konser/kompetisi

Jumlah pembelian (sesuai jumlah penampil)

IDR
  • IDR
  • USD

Deskripsi Karya

Quem pastores laudavere adalah sebuah syair natal yang muncul pada sekitar abad pertengahan. Teks ini berkisah tentang kelahiran Yesus Kristus, yang secara padat menyebutkan orang-orang yang disebutkan dalam kitab Injil, yakni para gembala, malaikat, orang majus, dan Bunda Maria. Secara khusus penciptaan karya ini terinspirasi dari refleksi atas perjalanan orang- orang majus dari Timur yang mengikuti Bintang Timur (Matius 2:2) menuju Betlehem tempat sang Raja Kemuliaan lahir bagi umat manusia, dan mempersembahkan emas, kemenyan dan mur (Matius 2:11).

Kisah tersebut kiranya sesuai dengan situasi yang pernah kita alami selama pandemi Covid-19, saat karya ini dikerjakan, ketika segala sesuatu berada dalam ketidakpastian. Sama seperti kita pada saat pandemi, para majus tidak tahu apa yang ada di ujung perjalanan mereka. Ketidakpastian dan keraguan tentu juga menyelimuti setiap langkah mereka. Namun pada akhirnya, terbayar tuntas ketika sampai di Betlehem, menjumpai dan menyembah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. Dalam iman kita pun dapat meyakini harapan pasti akan keselamatan yang datang dari Allah.

Bagian awal setiap birama selalu menggunakan harmoni disonan untuk menggambarkan situasi yang tidak nyaman, sebagai sebuah refleksi atas perasaan tidak pasti. Hanya bagian akhir saja yang selalu terselesaikan dengan harmoni konsonan sebagai penggambaran kelegaan dan sukacita para majus yang berjumpa dengan bayi Yesus.

Bait pertama yang dinyanyikan oleh sopran dan tenor hendaknya dinyanyikan dengan ringan untuk memberi kesan malam yang tenang ketika para malaikat mewartakan kabar gembira kepada para gembala. Bait kedua dinyanyikan oleh tenor dengan iringan suara lainnya sebagai latar belakang untuk tetap memelihara kesan malam tenang. Setelah bait kedua terdapat seruan Alleluya yang dibuat tidak hanya sebagai interlude, tapi juga sebuah pekik sukacita atas kelahiran Sang Juruselamat. Bagian ini hendaknya dinyanyikan lebih cepat dan lebih menampakkan sukacita. Bait ketiga dinyanyikan dengan lembut dan tenang. Pada bagian akhir, tempo dan dinamika sedikit dinaikkan sebelum menuju bait selanjutnya.

Bait terakhir menggunakan teks bait pertama dengan nuansa yang jauh berbeda, sehingga bait terakhir menjadi lebih megah dan khidmat. Ini menunjukkan keseluruhan lagu sebagai sebuah perjalanan iman yang awalnya ragu dan tidak pasti, pada akhirnya menemukan sukacita dan kebahagiaan karena berjumpa dengan Allah. Nyanyian yang digubah untuk paduan suara SATB ini dapat dinyanyikan dengan iringan, walaupun aslinya dibuat tanpa iringan.

Referensi audio

Belum tersedia referensi audio untuk karya ini

Karya lainnya

Pilih opsi Produk ini memiliki beberapa varian. Pilihan ini dapat diambil di halaman produk

Rp60.000

AcapellaBerkembang

Anda punya karya yang ingin dipublikasikan?

Keranjang Belanja
Your Cart (0)
Empty Cart Your Cart is Empty!

It looks like you haven't added any items to your cart yet.

Browse Products
Subtotal
Shipping & taxes calculated at checkout.
Rp0
Checkout Now
Quem Pastores Laudavere CoverQuem pastores laudavere (SATB div. with Organ)
Harga aslinya adalah: Rp35.000.Harga saat ini adalah: Rp31.500.
IDR
  • IDR
  • USD