Da pacem, Domine (SSA div. with Percussions)Da pacem, Domine (SSA div. with Percussions)
Komposer
Agastya Rama ListyaKategori
Musik ReligiusDeskripsi Karya
Karya ini merupakan motet kontemporer untuk paduan suara anak. Teks yang digunakan berasal dari doa Latin klasik “Da pacem, Domine, in diebus nostris” (“Limpahkanlah kepada kami kedamaian, ya Tuhan, dalam hari-hari ini”), yang menekankan permohonan akan damai sebagai anugerah ilahi. Komposisi ini ditulis untuk Secondo Concorso Internazionale di Composizione per Cori di Voci Bianche Corinfesta dan menampilkan perpaduan antara tradisi liturgis dengan idiom musikal modern, kesederhanaan doa Gregorian dengan energi kontemporer melalui perkusi dan variasi tekstur vokal. Hasilnya adalah musik yang sakral sekaligus teatrikal, menegaskan pesan universal: damai sebagai anugerah Tuhan yang diharapkan hadir dalam kehidupan umat manusia.
Struktur dan tekstur karya ini dipenuhi formulasi repetitif dengan teks doa yang diulang dalam berbagai variasi, menciptakan suasana meditatif. Bagian tengah menampilkan garis melodi sederhana yang berfungsi sebagai kerangka doa. Tekstur homofonik di awal menciptakan kesan khidmat lalu berkembang menjadi tekstur polifonik imitatif antar suara. Dari segi harmoni, kadens plagal (IV–I) sering muncul untuk menegaskan nuansa liturgis. Modulasi ringan mendukung variasi ekspresi teks. Pengulangan frasa “Da pacem, Domine” adalah motif utama yang menjadi inti musikal dan spiritual.
Dalam hal tempo dan karakter, bagian awal ditandai dengan suasana tenang dan khidmat. Bagian pertengahan memiliki nuansa yang lebih mengalir, menekankan tentang permohonan akan kedamaian. Bagian klimaks ditandai dengan penggunaan elemen ritmis serta penggunaan perkusi (shaker, bass drum, clap, stomp) yang memberi energi dan kontras dramatik. Perkusi digunakan bukan sekadar sebagai pengiring, tetapi sebagai elemen dramatik: shaker dan bass drum menciptakan suasana yang lebih enerjik, sementara tepukan tangan (clap) dan hentakan kaki (stomp) di bagian akhir memberi kesan kolektivitas dan keterlibatan fisik. Bagian akhir ditandai dengan molto rit. menuju penutup yang kembali khidmat, serta menegaskan tentang doa.
Rp70.000 Harga aslinya adalah: Rp70.000.Rp63.000Harga saat ini adalah: Rp63.000.
per copy
Berlaku Lisensi Selamanya
Partitur digital • Untuk 1 paduan suara/institusi • Penggunaan konser/kompetisi
Jumlah pembelian (sesuai jumlah penampil)
-
IDR
-
USD
Deskripsi Karya
Karya ini merupakan motet kontemporer untuk paduan suara anak. Teks yang digunakan berasal dari doa Latin klasik “Da pacem, Domine, in diebus nostris” (“Limpahkanlah kepada kami kedamaian, ya Tuhan, dalam hari-hari ini”), yang menekankan permohonan akan damai sebagai anugerah ilahi. Komposisi ini ditulis untuk Secondo Concorso Internazionale di Composizione per Cori di Voci Bianche Corinfesta dan menampilkan perpaduan antara tradisi liturgis dengan idiom musikal modern, kesederhanaan doa Gregorian dengan energi kontemporer melalui perkusi dan variasi tekstur vokal. Hasilnya adalah musik yang sakral sekaligus teatrikal, menegaskan pesan universal: damai sebagai anugerah Tuhan yang diharapkan hadir dalam kehidupan umat manusia.
Struktur dan tekstur karya ini dipenuhi formulasi repetitif dengan teks doa yang diulang dalam berbagai variasi, menciptakan suasana meditatif. Bagian tengah menampilkan garis melodi sederhana yang berfungsi sebagai kerangka doa. Tekstur homofonik di awal menciptakan kesan khidmat lalu berkembang menjadi tekstur polifonik imitatif antar suara. Dari segi harmoni, kadens plagal (IV–I) sering muncul untuk menegaskan nuansa liturgis. Modulasi ringan mendukung variasi ekspresi teks. Pengulangan frasa “Da pacem, Domine” adalah motif utama yang menjadi inti musikal dan spiritual.
Dalam hal tempo dan karakter, bagian awal ditandai dengan suasana tenang dan khidmat. Bagian pertengahan memiliki nuansa yang lebih mengalir, menekankan tentang permohonan akan kedamaian. Bagian klimaks ditandai dengan penggunaan elemen ritmis serta penggunaan perkusi (shaker, bass drum, clap, stomp) yang memberi energi dan kontras dramatik. Perkusi digunakan bukan sekadar sebagai pengiring, tetapi sebagai elemen dramatik: shaker dan bass drum menciptakan suasana yang lebih enerjik, sementara tepukan tangan (clap) dan hentakan kaki (stomp) di bagian akhir memberi kesan kolektivitas dan keterlibatan fisik. Bagian akhir ditandai dengan molto rit. menuju penutup yang kembali khidmat, serta menegaskan tentang doa.
Referensi audio
Karya lainnya
Rp65.000 Harga aslinya adalah: Rp65.000.Rp58.500Harga saat ini adalah: Rp58.500.


