The Moon Goddess Chang’e (SSAA)The Moon Goddess Chang’e (SSAA)
Komposer
Yosan CahyadiKategori
Musik SekulerDeskripsi Karya
“The Moon Goddess Chang’e” merupakan komposisi paduan suara SSAA yang terinspirasi dari legenda tradisional Tiongkok mengenai asal-usul Dewi Bulan, Chang’e. Kisah yang telah diwariskan secara turun-temurun ini memiliki kedudukan penting dalam budaya Tiongkok dan erat kaitannya dengan perayaan Festival Tengah Musim Gugur, sebuah tradisi yang diselenggarakan saat bulan purnama pada musim panen sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil bumi. Selain merefleksikan nilai-nilai budaya dan spiritual masyarakat Tiongkok, legenda ini juga melambangkan pergantian musim menuju masa panen yang penuh kelimpahan. Hingga kini, kisah Chang’e tetap dikenang dan menjadi bagian dari tradisi penghormatan terhadap bulan dalam budaya Tiongkok.
Alkisah, seorang pemanah ulung bernama Hou Yi yang menikah dengan Chang’e, gadis cantik yang berhati mulia. Hou Yi dikenal sebagai pendekar yang sangat dihormati karena sifatnya yang bijaksana dan penolong. Suatu hari, sepuluh matahari terbit di langit yang menyebabkan bumi dilanda bencana kekeringan. Untuk menyelamatkan umat manusia, Hou Yi menembak jatuh sembilan matahari dengan busur dan panahnya sehingga menyisakan hanya satu matahari di langit. Sebagai penghargaan atas jasanya, Hou Yi menerima hadiah berupa ramuan keabadian.
Suatu malam, Chang’e tidak sengaja melihat ada seseorang yang berniat jahat hendak mencuri ramuan keabadian Hou Yi. Demi mencegah agar ramuan keabadian tersebut tidak jatuh ke tangan yang salah, Chang’e pun memutuskan untuk meminum ramuan keabadian itu sendiri. Setelah itu, ia melayang naik ke bulan dan tinggal di sana selamanya, terpisah dari kekasihnya. Mengetahui hal tersebut, Hou Yi sangat terpukul. Hou Yi yang diliputi kesedihan hanya bisa mengobati rasa rindunya dengan memandangi bulan di langit malam.
Komposisi ini memiliki karakter yang sangat naratif, dengan pengolahan melodi, ritme, dan dinamika yang dirancang untuk mendukung perkembangan alur cerita serta memperkuat suasana emosional pada setiap bagian. Melalui unsur-unsur musikal tersebut, kisah Chang’e dan Hou Yi dapat tersampaikan secara ekspresif kepada pendengar. Karya ini juga memberikan ruang yang luas bagi para penyanyi untuk mengeksplorasi kreativitas, imajinasi, dan kemampuan interpretatif mereka dalam menghidupkan cerita melalui sajian vokal.
Rp60.000 Harga aslinya adalah: Rp60.000.Rp54.000Harga saat ini adalah: Rp54.000.
per copy
Berlaku Lisensi Selamanya
Partitur digital • Untuk 1 paduan suara/institusi • Penggunaan konser/kompetisi
Jumlah pembelian (sesuai jumlah penampil)
-
IDR
-
USD
Deskripsi Karya
“The Moon Goddess Chang’e” merupakan komposisi paduan suara SSAA yang terinspirasi dari legenda tradisional Tiongkok mengenai asal-usul Dewi Bulan, Chang’e. Kisah yang telah diwariskan secara turun-temurun ini memiliki kedudukan penting dalam budaya Tiongkok dan erat kaitannya dengan perayaan Festival Tengah Musim Gugur, sebuah tradisi yang diselenggarakan saat bulan purnama pada musim panen sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil bumi. Selain merefleksikan nilai-nilai budaya dan spiritual masyarakat Tiongkok, legenda ini juga melambangkan pergantian musim menuju masa panen yang penuh kelimpahan. Hingga kini, kisah Chang’e tetap dikenang dan menjadi bagian dari tradisi penghormatan terhadap bulan dalam budaya Tiongkok.
Alkisah, seorang pemanah ulung bernama Hou Yi yang menikah dengan Chang’e, gadis cantik yang berhati mulia. Hou Yi dikenal sebagai pendekar yang sangat dihormati karena sifatnya yang bijaksana dan penolong. Suatu hari, sepuluh matahari terbit di langit yang menyebabkan bumi dilanda bencana kekeringan. Untuk menyelamatkan umat manusia, Hou Yi menembak jatuh sembilan matahari dengan busur dan panahnya sehingga menyisakan hanya satu matahari di langit. Sebagai penghargaan atas jasanya, Hou Yi menerima hadiah berupa ramuan keabadian.
Suatu malam, Chang’e tidak sengaja melihat ada seseorang yang berniat jahat hendak mencuri ramuan keabadian Hou Yi. Demi mencegah agar ramuan keabadian tersebut tidak jatuh ke tangan yang salah, Chang’e pun memutuskan untuk meminum ramuan keabadian itu sendiri. Setelah itu, ia melayang naik ke bulan dan tinggal di sana selamanya, terpisah dari kekasihnya. Mengetahui hal tersebut, Hou Yi sangat terpukul. Hou Yi yang diliputi kesedihan hanya bisa mengobati rasa rindunya dengan memandangi bulan di langit malam.
Komposisi ini memiliki karakter yang sangat naratif, dengan pengolahan melodi, ritme, dan dinamika yang dirancang untuk mendukung perkembangan alur cerita serta memperkuat suasana emosional pada setiap bagian. Melalui unsur-unsur musikal tersebut, kisah Chang’e dan Hou Yi dapat tersampaikan secara ekspresif kepada pendengar. Karya ini juga memberikan ruang yang luas bagi para penyanyi untuk mengeksplorasi kreativitas, imajinasi, dan kemampuan interpretatif mereka dalam menghidupkan cerita melalui sajian vokal.


