Dies Irae (SSAA)Dies Irae (SSAA)
Komposer
Giovanni PrimeroKategori
Musik ReligiusDeskripsi Karya
Dies Irae merupakan teks liturgi berbahasa Latin yang berasal dari tradisi misa requiem dalam gereja Kristen abad pertengahan. Teks ini menggambarkan peristiwa Hari Penghakiman, yaitu saat seluruh manusia dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di hadapan Tuhan. Melalui rangkaian bait yang puitis dan penuh citraan religius, Dies Irae menghadirkan gambaran tentang kehancuran dunia, bunyi sangkakala yang memanggil manusia dari kematian, serta suasana ketakutan dan kegelisahan ketika menghadapi pengadilan ilahi.
Selain menggambarkan dahsyatnya Hari Penghakiman, teks Dies Irae juga memuat unsur reflektif berupa pengakuan atas dosa dan permohonan belas kasih Tuhan. Penutur lirik mengekspresikan kesadaran akan keterbatasan manusia serta harapan untuk memperoleh pengampunan dan keselamatan. Oleh karena itu, teks ini tidak hanya berfokus pada ancaman hukuman, tetapi juga pada dimensi spiritual mengenai rahmat dan kasih ilahi.
Pada bagian awal (birama 1-8) komposer menginterpretasikan bagian tersebut sebagai awal hari dimana Tuhan memberikan penghakiman kepada seluruh umat manusia yang tidak mengindahkan ajaran firman Tuhan. Bagian A (birama 9-40) hingga bagian B (birama 41-58) merupakan bagian utama dalam gambaran tentang kehancuran dunia, bunyi sangkakala yang memanggil manusia dari kematian, serta suasana ketakutan dan kegelisahan ketika menghadapi pengadilan ilahi.
Bagian C (birama 59-74) merupakan bagian yang memuat unsur reflektif. Pada bagian tersebut, Tuhan masih memberikan kesempatan terakhir kepada seluruh umat manusia untuk melakukan pertobatan. Bagian ini menggambarkan kondisi dimana umat manusia menyadari betapa dahsyatnya hari penghakiman, kata “Salva me” yang berarti ”Selamatkanlah aku” merupakan perwujudan dari harapan umat manusia yang memohon untuk diselamatkan. Bagian D (birama 75-89) menggambarkan suasana pemusnahan terakhir kepada umat manusia yang tidak mau melakukan pertobatan atas dosa-dosanya.
Rp60.000 Harga aslinya adalah: Rp60.000.Rp54.000Harga saat ini adalah: Rp54.000.
per copy
Berlaku Lisensi Selamanya
Partitur digital • Untuk 1 paduan suara/institusi • Penggunaan konser/kompetisi
Jumlah pembelian (sesuai jumlah penampil)
-
IDR
-
USD
Deskripsi Karya
Dies Irae merupakan teks liturgi berbahasa Latin yang berasal dari tradisi misa requiem dalam gereja Kristen abad pertengahan. Teks ini menggambarkan peristiwa Hari Penghakiman, yaitu saat seluruh manusia dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di hadapan Tuhan. Melalui rangkaian bait yang puitis dan penuh citraan religius, Dies Irae menghadirkan gambaran tentang kehancuran dunia, bunyi sangkakala yang memanggil manusia dari kematian, serta suasana ketakutan dan kegelisahan ketika menghadapi pengadilan ilahi.
Selain menggambarkan dahsyatnya Hari Penghakiman, teks Dies Irae juga memuat unsur reflektif berupa pengakuan atas dosa dan permohonan belas kasih Tuhan. Penutur lirik mengekspresikan kesadaran akan keterbatasan manusia serta harapan untuk memperoleh pengampunan dan keselamatan. Oleh karena itu, teks ini tidak hanya berfokus pada ancaman hukuman, tetapi juga pada dimensi spiritual mengenai rahmat dan kasih ilahi.
Pada bagian awal (birama 1-8) komposer menginterpretasikan bagian tersebut sebagai awal hari dimana Tuhan memberikan penghakiman kepada seluruh umat manusia yang tidak mengindahkan ajaran firman Tuhan. Bagian A (birama 9-40) hingga bagian B (birama 41-58) merupakan bagian utama dalam gambaran tentang kehancuran dunia, bunyi sangkakala yang memanggil manusia dari kematian, serta suasana ketakutan dan kegelisahan ketika menghadapi pengadilan ilahi.
Bagian C (birama 59-74) merupakan bagian yang memuat unsur reflektif. Pada bagian tersebut, Tuhan masih memberikan kesempatan terakhir kepada seluruh umat manusia untuk melakukan pertobatan. Bagian ini menggambarkan kondisi dimana umat manusia menyadari betapa dahsyatnya hari penghakiman, kata “Salva me” yang berarti ”Selamatkanlah aku” merupakan perwujudan dari harapan umat manusia yang memohon untuk diselamatkan. Bagian D (birama 75-89) menggambarkan suasana pemusnahan terakhir kepada umat manusia yang tidak mau melakukan pertobatan atas dosa-dosanya.
Referensi audio
Karya lainnya
Rp70.000 Harga aslinya adalah: Rp70.000.Rp63.000Harga saat ini adalah: Rp63.000.



