Diskon 20% s/d 31 Maret 2026 dengan kode kupon PADMAR26. Dapatkan karya pilihanmu sekarang!

Mentari Samudera (SATB div.)

Mentari Samudera terinspirasi dari pengalaman pribadi komponis saat menikmati senja di sebuah pantai di Yogyakarta. Karya ini menceritakan tentang kisah imajinatif antara matahari (Mentari) dan lautan (Samudera), dua elemen alam yang setia saling menemani dan melengkapi satu sama lain sepanjang hari. Kehangatan Mentari menerangi Samudera, yang kemudian memantulkan kilaunya dan menciptakan pemandangan yang indah. Namun, saat senja tiba, Mentari seolah mendekat pada Samudera hanya untuk kemudian pergi dan digantikan oleh malam. Meski terpisah oleh gelapnya malam, Mentari akan selalu kembali menyinari Samudera di pagi hari.

Dari imajinasi tersebut, komponis merefleksikan pertanyaan yang lebih manusiawi: mampukah manusia saling mencintai tanpa lelah, seperti Mentari yang setia kembali kepada Samudera meski malam memisahkan? Mampukah kita tetap melihat keindahan dalam diri masing-masing yang terpancar melalui kehadiran orang lain, walaupun hidup bagai malam yang tidak selalu terang dan indah? Karya ini diharapkan dapat menjadi refleksi bagi penyanyi maupun pendengar tentang kedalaman makna kasih sayang dan kesetiaan dalam hubungan antar manusia.

Dalam karya ini, Mentari direpresentasikan oleh suara wanita (SA), sedangkan Samudera diperankan oleh suara pria (TB). Teks karya menggambarkan percakapan antara kedua tokoh, yang saling mengungkapkan kekaguman dan kebutuhan satu sama lain. Setiap akhir bagan memuat pesan terakhir atau pesan perpisahan yang menjadi inti emosional karya ini, menandai datangnya senja sebagai waktu perpisahan sementara. Pada akhir bagan pertama (bar 36), Mentari menyampaikan pesan: “tetaplah berkilau, sampai berjumpa,” yang mengandung harapan agar Samudera tetap bersinar meski mereka harus berpisah. Sementara itu, pada akhir bagan kedua (bar 61), Samudera membalas dengan pesan, “terbitlah kembali, ku ’kan menanti,” yang melambangkan kesetiaan dan penantian akan pertemuan kembali di pagi hari.

Mengingat kedalaman makna yang terkandung di dalamnya, karya ini diharapkan dibawakan dengan karakter yang lembut dan penuh perasaan. Vokal disarankan memiliki warna yang cerah, khususnya pada pelafalan huruf vokal “a”, dengan legato yang mengalir tanpa terputus serta dinamika yang cenderung lembut. Keunikan karya ini juga terletak pada rentang vokal yang luas, mencakup nada-nada rendah untuk Bass dan Alto, serta nada-nada tinggi untuk Sopran dan Tenor. Dalam mencapai rentang tersebut, penyanyi disarankan untuk tidak mengutamakan volume, melainkan menjaga dinamika yang lembut tanpa paksaan. Alto 2 diharapkan mampu menyanyikan nada-nada rendah dengan warna vokal yang tetap cerah. Pesan perpisahan di setiap akhir bagian hendaknya dinyanyikan dengan sepenuh hati dan kelembutan, layaknya harapan tulus yang kita panjatkan untuk orang yang kita kasihi.

Tempo yang tercantum dalam partitur berfungsi sebagai acuan. Interpretasi serta kebebasan dalam tarik-ulur tempo diperkenankan dan sepenuhnya diserahkan kepada konduktor masing-masing.

Rupiah Indonesia (Rp) - IDR
  • Rupiah Indonesia (Rp) - IDR
  • United States dollar ($) - USD

Rp62.500

Kategori: Tag:
Keranjang Belanja
Mentari Samudera (SATB div.)Mentari Samudera (SATB div.)
Rp62.500
Rupiah Indonesia (Rp) - IDR
  • Rupiah Indonesia (Rp) - IDR
  • United States dollar ($) - USD