Don Dap Dapé (SATB div.)Don Dap Dape adalah lagu rakyat tradisional Bali yang masuk ke dalam kategori ‘sekar rare’ dan terkenal dengan bentuk yang sederhana namun mengandung makna yang dalam. Lagunya diawali dengan puisi mengenai pohon Dadap yang daunnya menguning seperti pisang matang yang tumbuh di dalam istana, kemudian dibalas dengan rima yang mengajak orang bernyanyi di depan anak-anak. Lagunya berakhir dengan pesan agar orang bergembira dalam kebersamaan dan saling memaafkan demi kerukunan di masa depan.
Karya ini ditulis untuk format SSAATTBB a capella dengan banyak dinamika sahut-menyahut antar suara sehingga menyerupai gaya kesenian ‘genjek’ yang berasal dari Karangasem, Bali. Sekelompok kecil membawakan melodi lagunya, sementara yang lainnya menjadi pengiring yang mengimitasi bunyi berbagai instrumen tradisional dan sesekali mengulangi syair-syair yang dilagukan. Bagian pertama aransemen ini dapat dibawakan dengan iringan suling Bali, sementara bagian kedua dapat dibawakan dengan instrumen -instrumen tanpa nada seperti ‘kendang’, ‘ceng-ceng’, dan ‘ketuk’ yang telah lazim digunakan masyarakat Bali.
Rp67.000
per copy
Partitur digital • Untuk 1 paduan suara/institusi • Penggunaan konser/kompetisi
Kuantitas (sesuai jumlah penampil)
-
IDR
-
USD
Don Dap Dape adalah lagu rakyat tradisional Bali yang masuk ke dalam kategori ‘sekar rare’ dan terkenal dengan bentuk yang sederhana namun mengandung makna yang dalam. Lagunya diawali dengan puisi mengenai pohon Dadap yang daunnya menguning seperti pisang matang yang tumbuh di dalam istana, kemudian dibalas dengan rima yang mengajak orang bernyanyi di depan anak-anak. Lagunya berakhir dengan pesan agar orang bergembira dalam kebersamaan dan saling memaafkan demi kerukunan di masa depan.
Karya ini ditulis untuk format SSAATTBB a capella dengan banyak dinamika sahut-menyahut antar suara sehingga menyerupai gaya kesenian ‘genjek’ yang berasal dari Karangasem, Bali. Sekelompok kecil membawakan melodi lagunya, sementara yang lainnya menjadi pengiring yang mengimitasi bunyi berbagai instrumen tradisional dan sesekali mengulangi syair-syair yang dilagukan. Bagian pertama aransemen ini dapat dibawakan dengan iringan suling Bali, sementara bagian kedua dapat dibawakan dengan instrumen -instrumen tanpa nada seperti ‘kendang’, ‘ceng-ceng’, dan ‘ketuk’ yang telah lazim digunakan masyarakat Bali.
Referensi Audio
Related products
Rp62.500 – Rp78.000Rentang harga: Rp62.500 hingga Rp78.000
Rp62.500 – Rp78.000Rentang harga: Rp62.500 hingga Rp78.000



