Generated by All in One SEO v4.9.6.2, this is an llms.txt file, used by LLMs to index the site. # Padma Music Publishing Mendukung Indonesia Berkarya ## Sitemaps - [XML Sitemap](https://padmamusicpublishing.com/sitemap.xml): Contains all public & indexable URLs for this website. ## Pos - [Alfred Simanjuntak](https://padmamusicpublishing.com/komposer/alfred-simanjuntak/) - Alfred Simanjuntak (20 September 1920 – 25 Juni 2014) adalah komponis, guru, dan wartawan yang lahir di Tapanuli pada masa Hindia Belanda. Ia bersekolah di Holland Indische School, Porsea, dan melanjutkan pendidikan guru di Hollands Inlandsche Kweek School, Surakarta. Setelah mengajar di beberapa Sekolah Rakyat, Ia melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Sastra Universitas Indonesia tahun - [Ronald Pohan](https://padmamusicpublishing.com/komposer/ronald-pohan/) - Ronald Pohan adalah komposer dan pelatih paduan suara kelahiran Padang Sidempuan, Sumatera Utara, 7 Juni 1942. Ia menempuh pendidikan musik di Westminster Choir College Princeton tahun 1973. Puluhan karyanya sepanjang hidup telah digunakan sebagai lagu wajib maupun pilihan dalam berbagai ajang paduan suara, dan ia menciptakan banyak lagu mars serta lagu-lagu rohani gerejawi. Mengikuti jejak - [Seri Karya Anak](https://padmamusicpublishing.com/hero-banner/seri-karya-anak/) - JESSICA AMADEA COLLECTION - [Mendukung Indonesia Berkarya](https://padmamusicpublishing.com/hero-banner/mendukung-indonesia-berkarya/) - Temukan karya-karya paduan suara terbaik ciptaan komposer Indonesia - [Dimitrij Ray](https://padmamusicpublishing.com/komposer/dimitrij-ray/) - Dimitrij Ray (l. 1993) adalah penata suara dan komponis asal Jakarta. Ia sudah aktif berpaduan suara sejak menjadi murid SD. Pengalaman berpaduan suaranya selama menjadi mahasiswa berperan dalam membentuk kecintaannya pada beragam musik paduan suara. Ia sempat belajar vokal kepada (alm.) Adi Nugroho, yang merupakan direktur musik Paduan Suara Mahasiswa (PSM) ITB. Ia belajar komposisi - [Yosan Cahyadi](https://padmamusicpublishing.com/komposer/yosan-cahyadi/) - Yosan Cahyadi memulai perjalanan musiknya saat ia bergabung dengan Paduan Suara Universitas Tarumanagara (PSUT). Yosan pernah menerima bimbingan vokal dari Adi Nugroho, Jason Ferdison, dan Ega O. Azarya, serta menerima conducting masterclass dari Jessica Fedora Amadea. Ia juga merupakan salah satu peserta AB:CDE (Archipelago Bootcamp: Choral Development Experience) di bawah bimbingan Ega O. Azarya. Pada - [IGM Geraldi](https://padmamusicpublishing.com/komposer/i-gusti-made-geraldi/) - I Gusti Made Geraldi, yang akrab disapa Gerald, merupakan musisi kelahiran Bandung yang menempuh pendidikan tinggi di Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Program Studi S-1 Penciptaan Musik. Ia aktif dalam paduan suara gereja sejak SMP dan menjadi penyanyi pada Pesparawi 2018 dan Pesparani 2018 mewakili kontingen Jawa Barat. Ia bergabung dengan Canting Singers dan berpartisipasi dalam - [Agastya Rama Listya](https://padmamusicpublishing.com/komposer/agastya-rama-listya/) - Agastya Rama Listya memperoleh gelar Sarjana Seni dalam bidang Teori dan Komposisi Musik dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta (1992), S-2 dalam bidang Direksi Paduan Suara dari Luther Seminary dan St. Olaf College Minnesota (2001), serta S-3 dalam bidang etnomusikologi dari Otago University, Selandia Baru pada tahun 2018. Ia menekuni komposisi di bawah bimbingan R.M.A.P. Suhastjarja, - [Cherly Susanti](https://padmamusicpublishing.com/komposer/cherly-susanti/) - Cherly Susanti adalah musisi Indonesia yang tinggal di Taipei, Taiwan. Ia pernah menjadi penyanyi di Feixiang Choir, Paramabira, Batavia Madrigal Singers, Asia Pacific Youth Choir batch 2019, dan kini bersama Taipei Chamber Singers. Dari tahun 2012-2021, Ia menjadi pengarah musik untuk Feixiang Choir (sekarang FX Choir) dan telah meraih penghargaan nasional maupun internasional seperti dua - [Vatara A. Silalahi](https://padmamusicpublishing.com/komposer/vatara-a-silalahi/) - Vatara Artanta Silalahi memulai perjalanan musik sejak remaja sebagai organis gereja dan mengikuti paduan suara saat SMA dan kuliah bersama paduan suara mahasiswa Universitas Diponegoro dibawah bimbingan Jefry Franklin Bode. Sekarang ia adalah anggota aktif Batavia Madrigal Singers di bawah bimbingan Avip Priatna dan berkesempatan mengikuti kompetisi dan berprestasi pada European Grandprix for Choral Singing - [Asti Fajriani](https://padmamusicpublishing.com/komposer/asti-fajriani/) - Asti Fajriani adalah pianis, komponis, dan penata musik yang berbasis di Bandung, Indonesia. Ia memulai pendidikan musiknya sejak dini di Yamaha Music Foundation dan berkesempatan mengikuti program khusus Junior Masterclass di bawah bimbingan Marcel Aulia, Maryana J., dan Vera Soeng. Ketertarikannya pada dunia penciptaan musik mulai tumbuh sejak usia sembilan tahun. Berbekal pendidikan musik sejak - [Stefanus Vincent](https://padmamusicpublishing.com/komposer/stefanus-vincent/) - Stefanus Vincent memulai perjalanannya di dunia paduan suara ketika bergabung dengan Stella Matutina Choir di bawah bimbingan Ike Maria Sinandang dan paduan suara SMP Santa Maria Surabaya di bawah bimbingan Rara Nuringdyah Anggun Kinasih. Perjalanan tersebut dilanjutkan bersama Paduan suara SMAK St. Louis 1 Surabaya di bawah arahan F.X. Arie Soeprapto dan Onny Prihantono. Pengalaman - [Yosefano F. Ardani](https://padmamusicpublishing.com/komposer/yosefano-f-ardani/) - Yosefano Febrian Ardani (lahir 11 Februari 1997) adalah seorang komposer, konduktor, dan penyanyi countertenor yang berasal dari Indonesia. Yosefano memulai perjalanan bernyanyinya pada tahun 2015 bersama Paduan Suara Universitas Kristen Petra (PCU Choir) di bawah bimbingan Aprilia W. Takasenserang, Rubin Lukito, Ganda Charisma Kristi, dan Aris Sudibyo. Ia pernah menjadi solois countertenor dalam Jubilate Deo - [Giovanni Primero](https://padmamusicpublishing.com/komposer/giovanni-primero/) - Giovanni Rijkty Primero Tampatty merupakan musisi dan pelatih paduan suara yang lahir di Sleman pada tahun 2000. Ia merupakan lulusan Pendidikan Seni Musik di Universitas Negeri Yogyakarta dengan fokus pada pengembangan kemampuan musikal dan pendalaman di bidang piano. Di luar itu, ia juga aktif belajar tentang musik, terkhusus di bidang paduan suara, melalui Unit Kegiatan - ["Seri Karya Anak", kolaborasi bersama Jessica Amadea](https://padmamusicpublishing.com/artikel/seri-karya-paduan-suara-anak-bersama-jessicaamadea/) - Padma Music Publishing bersama Jessica Amadea akan meluncurkan seri karya khusus untuk paduan suara anak dan remaja. Pelajari selengkapnya... - [Mengenal penerbit partitur musik dan kebutuhannya di Indonesia](https://padmamusicpublishing.com/artikel/mengenal-penerbit-partitur-musik-dan-kebutuhannya-di-indonesia/) - Apa itu penerbit partitur musik, dan mengapa Indonesia baru memilikinya sekarang? Kenali peran penerbit musik dalam ekosistem paduan suara Indonesia. - [M. Simbolon](https://padmamusicpublishing.com/komposer/mahardhika-simbolon/) - Mahardhika Kusumo Simbolon atau M. Simbolon adalah mahasiswa Penciptaan Musik ISI Yogyakarta yang telah meraih belasan prestasi dalam bidang paduan suara dan seni vokal sejak tahun 2011 hingga saat ini. Beberapa predikat terbaiknya adalah meraih Juara Kategori dalam Busan Choral Festival and Competition 2022 serta Juara Umum dalam International Bandung Choral Festival dan Karangturi International - [Handy Kwong](https://padmamusicpublishing.com/komposer/handy-kwong/) - Handy Kwong adalah musisi dan komponis Indonesia kelahiran 2001 yang berfokus pada bidang komposisi dan aransemen musik, khususnya paduan suara. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Program Studi Komposisi Musik, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, pada tahun 2023. Prestasinya mulai mendapat perhatian sejak tahun 2021 ketika ia meraih penghargaan pada 8th Satya Dharma Gita Choir Festival melalui - [Milton Sandyka](https://padmamusicpublishing.com/komposer/milton-sandyka/) - Milton Sandyka memperoleh gelar Sarjana Seni Program Studi S1 Penciptaan Musik dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta pada tahun 2022 dengan peminatan instrumen mayor vokal klasik. Ia belajar direksi dan orkestrasi dari Kanako Abe, Pipin Garibaldi, dan Budhi Ngurah; komposisi dan aransemen dari Joko Suprayitno, Puput Pramuditya, Ovan Bagus Jatmika, Royke Bobby Koapaha, dan Raden Chairul - [Nyoman Pranata](https://padmamusicpublishing.com/komposer/nyoman-pranata/) - Nyoman Pranata mulai dikenalkan dengan Paduan Suara sejak masa SMP dan berlanjut ke jenjang SMA. Ia bergabung dengan Persevera (Paduan Suara SMA Kanisius) di bawah bimbingan Ignatius Martono dan terlibat di berbagai penampilan meliputi konser, kompetisi, dan juga pelayanan di Gereja. Musikalitas Nyoman Pranata mulai terasah saat bergabung dengan PSM ITB (Paduan Suara Mahasiswa Institut - [Agnes Hapsari](https://padmamusicpublishing.com/komposer/agnes-hapsari/) - Agnes Hapsari adalah seorang pianis, penyanyi, direktur paduan suara dan dosen musik di Hannover, Jerman. Ia mendalami dunia seni sejak usia dini dan mulai belajar piano dan menari tradisional saat berumur 7 tahun. Kecintaannya pada musik paduan suara dimulai ketika, pada usia 10 tahun, ia mengiringi paduan suara sekolah dan paduan suara gereja yang dipimpin - [Albertus Rahardyan](https://padmamusicpublishing.com/komposer/albertus-rahardyan/) - Albertus Rahardyan Arka Sumirat lahir di kota Blitar, Jawa Timur pada tahun 1994. Pada tahun 2012, ia belajar vokal klasik di bawah asuhan A. Gathut Bintarto, S.Sos, S.Sn., M.A. di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Ia aktif sebagai anggota Vocalista Harmonic Choir ISI Yogyakarta dan Cantabile Chorale Yogyakarta sejak 2012-2020 dan berkesempatan untuk belajar menjadi pengaba - [Ega O. Azarya](https://padmamusicpublishing.com/komposer/ega-o-azarya/) - Sebagai dirigen dan pelatih paduan suara, Ega O. Azarya telah meraih banyak prestasi dalam berbagai ajang internasional. Dalam perjalanan bermusik bersama The Archipelago Singers dan PSM Unpar, ia banyak mendapat inspirasi yang kemudian ia tuangkan dalam komposisi dan dan aransemen untuk paduan suara. Salah satu karyanya yang telah banyak dibawakan paduan suara di Indonesia yaitu - [Nicholas Rio](https://padmamusicpublishing.com/komposer/nicholas-rio/) - Nicholas Rio adalah seorang accompanist, arranger, composer dan associate music director dari Saint Angela Choir dan PSM ITB. Ia mempelajari electone dan piano di bawah bimbingan Vivi Nathalia, Ine Lopulisa dan Bambang Nugroho, serta mempelajari komposisi di bawah bimbingan Nathan Iskandar. Ia telah mengikuti beberapa masterclass piano di bawah bimbingan Gordon Fergus Thompson, Ian Jones, - [Poedji Soesila](https://padmamusicpublishing.com/komposer/poedji-soesila/) - Poedji Soesila mulai tertarik dan menyukai musik secara serius sejak kelas 2 SMP di kota Magelang. Pada tahun 1989 ia diterima di program D-3 jurusan Penyaji Musik dan dilanjutkan ke jenjang S-1 Jurusan Sastra Musik ISI Yogyakarta. Setelah lulus pada 1996, ia sempat mengajar di Sekolah Menengah Musik Yogyakarta untuk kelas Praktek Mayor Gitar hingga - [Firdaus Patras Gumolung](https://padmamusicpublishing.com/komposer/firdaus-patras-gumolung/) - Firdaus Patras Gumolung adalah seorang komposer, transkriptor, dan instruktur musik asal Kabupaten Kepulauan Talaud yang memulai karir bermusik sejak 2015. Ia meraih gelar Sarjana Musik di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga dalam bidang komposisi musik pada tahun 2021 dan memulai karirnya di bidang musik. Firdaus telah mengaransemen beberapa karya sekuler serta lagu-lagu rohani Kristen dalam - [Leo Alfin Erlanda](https://padmamusicpublishing.com/komposer/leo-alfin-erlanda/) - Leo Alfin Erlanda adalah seorang komposer dan arranger asal Ambon yang aktif di bidang musik, khususnya musik liturgi dan paduan suara. Saat ini, sedang menempuh pendidikan di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, mengambil jurusan Pendidikan Seni Musik. Sepanjang kariernya, Leo telah menciptakan berbagai karya, termasuk ordinarium dan proprium Misa serta lagu-lagu daerah. Ia juga - [Josia Manuel Charisto](https://padmamusicpublishing.com/komposer/josia-manuel-charisto/) - Josia Manuel Charisto adalah seorang pianis, vokalis, penggubah, dan penata musik yang berfokus pada musik klasik dan musik gereja. Ia aktif sebagai musisi gereja sejak kecil dan memperdalam ilmu musiknya dengan menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta hingga meraih gelar Sarjana Seni. Sebagai penggubah dan penata musik, karya-karyanya telah digunakan di berbagai konser, - [Daniel Nugrahanto](https://padmamusicpublishing.com/komposer/daniel-nugrahanto/) - Daniel Nugrahanto lahir di Yogyakarta dan mulai belajar piano di bawah bimbingan Adriana Paramitha sejak sekolah dasar. Kehidupan bermusiknya terus berlanjut dengan aktif menjadi organis di gereja. Ia menekuni paduan suara sejak bergabung dalam Delta Cielo pada tahun 2017 dibawah bimbingan M. Faiz Muhdi. Bersama Delta Cielo ia berhasil mendapatkan juara kategori pada Grand Prix - [Joseph Kristanto Pantioso](https://padmamusicpublishing.com/komposer/joseph-kristanto-pantioso/) - Joseph Kristanto Pantioso, M.Mus. memulai pendidikan musik di Sekolah Musik Yayasan Pendidikan Musik (YPM) dengan jurusan utama piano. Ia melanjutkan studi vokal di sekolah yang sama di bawah bimbingan Catharina W. Leimena, Aning Katamsi, dan Binu Sukaman. Pada tahun 1994, ia meraih Juara 1 dalam Lomba Bintang Radio dan Televisi tingkat DKI Jakarta dan menjadi - [Dody Soetanto](https://padmamusicpublishing.com/komposer/dody-soetanto/) - Dody Soetanto adalah seorang dirigen dan penyanyi bariton asal Indonesia yang berkarya di Belanda. Ia saat ini menjabat sebagai dirigen Groot Concertkoor Amsterdam (GCA), Leids Kamerkoor (LKK), serta Vrije Universiteit Koor (VUkoor). Pada tahun 2023, Dody mendirikan VOKALISK, sebuah ansambel vokal yang terdiri dari 16 penyanyi muda berbakat pilihan dari berbagai wilayah di Belanda. Dody - [Trisutji Kamal](https://padmamusicpublishing.com/komposer/trisutji-kamal/) - Kanjeng Raden Ayu Trisutji Djuliati Kamal (28 November 1936 – 21 Maret 2021) adalah seorang komponis, pianis, dan pendidik musik terkemuka Indonesia. Ia lahir dari pasangan dr. R. M. Djoelham Soerjowidjojo dan B. R. Ay. Nedima Koosmarqyah Sridanarti, dan dibesarkan dalam keluarga Jawa yang kuat meski tinggal di lingkungan keluarga Sultan Langkat di Binjai, Sumatera - [F. A. Warsono](https://padmamusicpublishing.com/komposer/f-a-warsono/) - Kapten CAJ Fransiskus Asisi Warsono atau F. A. Warsono lahir di Yogyakarta pada tanggal 30 Januari 1928 dan menempuh pendidikan musik di Akademi Musik Indonesia (AMI) Yogyakarta. Semasa di Yogyakarta, ia bergabung dengan orkestra Kraton Yogyakarta dan mengajar di Sekolah Musik Indonesia (SMIND) Yogyakarta. F. A. Warsono melanjutkan pendidikan di Akademi Militer di Bandung hingga - [Elkindangen](https://padmamusicpublishing.com/komposer/elkindangen/) - Elzhandy Angela Kindangen atau Elkindangen merupakan lulusan jurusan Seni Musik dengan konsentrasi komposisi di Institut Seni Indonesia Yogyakarta tahun 2017. Ia pernah menjadi anggota dari beberapa paduan suara, seperti Cantabile Chorale dan Vocalista Harmonic Choir ISI Yogyakarta. Sebagai pelatih PSM UKK Verba Bona UGM, ia meraih Gold Medal dalam Folklore Category dan Mixed Category di - [Mikha Ogung J. Panggabean](https://padmamusicpublishing.com/komposer/mikha-ogung-j-panggabean/) - Mikha Ogung Jonathan Panggabean (Ogung) memulai perjalanannya di dunia paduan suara pada tahun 2009 bersama ST.Chronicles SMA St. Thomas 1 Medan di bawah asuhan Jan R. Sinaga dan berlanjut di PSM UI Paragita pada tahun 2012, di mana ia mulai menulis karya untuk paduan suara. Ia mengasah kemampuan vokalnya di bawah bimbingan Aning Katamsi (2013-2019) - [Gregorius Gerald Pratomo](https://padmamusicpublishing.com/komposer/gregorius-gerald-pratomo/) - Gregorius Gerald Pratomo, B.Mus., M.Mus., akrab dipanggil Gerry, merupakan seorang dirigen, organis, dan komponis. Awal kehidupan bermusiknya sangat dipengaruhi oleh beberapa gurunya, yaitu RP Antonius Soetanta SJ di Paduan Suara Ascensio serta Budi Utomo Prabowo dan Joseph Kristanto Pantioso di Sanggar Musicasa. Ia menempuh studi Musik Gereja, Organ Pipa & Spesialis Dirigen di Universitas Musik - [Samuel K. Tedjawidjaja](https://padmamusicpublishing.com/komposer/samuel-k-tedjawidjaja/) - Samuel Kristiawan Tedjawidjaja lahir di Malang dan memulai pendidikan musiknya sejak umur 4 tahun di kelas musik anak Yamaha. Ia memulai belajar piano dibawah bimbingan Cynthia Jenardi dan kemudian dengan Mary Tanaja di Malang. Setelah selesai SMA, Samuel melanjutkan pendidikan musiknya secara formal di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga dengan konsentrasi penyajian piano. Selama studi, - [Gavin Wiyanto](https://padmamusicpublishing.com/komposer/gavin-wiyanto/) - Saat ini Gavin mengajar di Sekolah Kristen Calvin Jakarta (SKC) sebagai guru ansambel untuk SMP dan SMA. Di situlah ia mementaskan karyanya “SKC-Concertino” untuk SKC Youth Chamber Orchestra dan piano duet dalam rangka memperingati 15 tahun HUT-SKC dan peresmian gedung baru oleh Pdt. Dr. (H.C). Stephen Tong, serta menjadi pengarah musik Rumah Teater Calvin (RuTe - [Cosmas Adrian](https://padmamusicpublishing.com/komposer/cosmas-adrian/) - Cosmas Adrian adalah seorang kaligrafer/desainer grafis kelahiran Malang yang memiliki ketertarikan dalam dunia musik terutama paduan suara. Berbagai paduan suara telah diikutinya, antara lain Paduan Suara Kosayu Malang, PARAMABIRA, dan Quaver Vocal Ensemble. Selama menjadi bagian dari paduan suara tersebut, berbagai kesempatan untuk belajar telah didapatkannya, seperti menjadi asisten pengarah musik dalam paduan suara, mengikuti - [Vicky Achmad](https://padmamusicpublishing.com/komposer/vicky-achmad/) - Vicky Achmad adalah seorang musisi dan pendidik yang berbasis di Tangerang, Indonesia. Ia dikenal atas karyanya dalam komposisi, aransemen, dan pelatihan vokal serta paduan suara di berbagai genre. Perjalanan profesionalnya dimulai dengan PSM Gita Tirtayasa Choir, dan kini ia aktif sebagai penyanyi bersama Batavia Madrigal Singers di bawah arahan Avip Priatna. Sebagai komposer, Vicky dikenal - [Samuel Pramahudi](https://padmamusicpublishing.com/komposer/samuel-pramahudi/) - Samuel Chrisnandi Pramahudi, O.P. atau Samuel Pramahudi adalah seorang musisi yang berfokus dalam bidang komposisi serta penulisan kritik musik. Keahliannya dalam menyusun musik vokal polifonis sejak SMP dilanjutkannya dengan studi formal dalam program Penciptaan Musik di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Ia mempelajari musikologi di bawah bimbingan Ovan Bagus Jatmika dan Royke Bobby Koapaha. Pengakuan - [Ken Steven](https://padmamusicpublishing.com/komposer/ken-steven/) - Ken Steven (lahir 1993 di Medan) adalah komponis dan konduktor yang dikenal atas perpaduan unsur musik Indonesia dengan teknik serta harmoni modern. Ia menyelesaikan studi Bachelor of Church Music di The Asian Institute for Liturgy and Music, Filipina, kemudian meraih gelar Master of Music dalam bidang Choral Conducting dari California Baptist University, Amerika Serikat. Sekembalinya - [Padma Mencari Karya 2026!](https://padmamusicpublishing.com/artikel/padma-mencari-karya-2026/) - Petunjuk Umum Karya diserahkan paling lambat tanggal 21 September 2026 melalui link berikut: bit.ly/PadmaMencariKarya2026 Hasil kurasi karya akan diumumkan secara pribadi melalui email Padma Karya-karya terpilih akan dipublikasikan pada terbitan Padma bulan Desember 2026 Pemilik karya harus merupakan Warga Negara Indonesia Karya harus merupakan karya orisinil yang dibuat oleh pemilik karya. Jika diketahui adanya plagiarisme, - [Berryl Carlos Manuel](https://padmamusicpublishing.com/komposer/berryl-carlos-manuel/) - Lahir pada 2001, Berryl Carlos Manuel memperoleh gelar Sarjana Seni dalam bidang Penciptaan Musik dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Belajar komposisi kepada Joko ‘Lemazh’ Suprayitno, Budhi Ngurah, dan Puput Pramuditya serta conducting di bawah bimbingan Budhi Ngurah dan Pipin Garibaldi. Karya-karyanya telah dibawakan oleh berbagai kelompok paduan suara di Indonesia seperti Vocalista Harmonic Choir ISI - [Fransesco Ganang](https://padmamusicpublishing.com/komposer/fransesco-ganang/) - Fransesco Ganang Panji Sembodo merupakan seorang komponis dan arranger muda yang memulai perjalanan bermusiknya dari belajar piano secara otodidak, yang kemudian semakin dikembangkan di bawah bimbingan Magdalena Djuliani Jonatan. Ketertarikannya pada komposisi orkestra dan paduan suara bermula saat ia menempuh studi di Sekolah Menengah Atas Seminari Mertoyudan di bawah bimbingan Jay Wijayanto pada tahun 2017-2019. - [Petunjuk teknis Padma Mencari Karya terbitan Seri Karya Anak bersama Jessica Amadea](https://padmamusicpublishing.com/artikel/petunjuk-teknis-padma-mencari-karya-bersama-jessica-amadea/) - Padma Music Publishing berkolaborasi dengan Jessica Amadea sebagai kurator eksternal untuk meluncurkan sebuah seri terbitan khusus: Karya Paduan Suara Anak. Kami mengajak para komposer and arranger paduan suara anak untuk ikut bergabung dalam seri terbitan ini! Berikut ini adalah ketentuan pengumpulan karya: Petunjuk Umum Semua karya yang diterima untuk terbitan Juni 2026 dikurasi oleh Padma - [Bincang Santai: kolaborasi dengan praktisi paduan suara Indonesia](https://padmamusicpublishing.com/artikel/bincang-santai-padma-praktisi-paduan-suara/) - Paduan suara Indonesia sedang tumbuh. Kompetisi semakin banyak, karya-karya baru bermunculan, dan nama-nama konduktor muda mulai dikenal di panggung internasional. Tapi di balik pertumbuhan itu, ada pertanyaan-pertanyaan penting yang jarang dibahas secara terbuka: Bagaimana memilih repertoar yang benar-benar tepat untuk kelompok Anda? Mungkinkah seorang komposer hidup dari karyanya di Indonesia? Apa yang sebenarnya dicari juri - [Bagaimana memilih repertoar yang tepat untuk paduan suara anda?](https://padmamusicpublishing.com/artikel/tips-memilih-repertoar-yang-tepat-untuk-paduan-suara-anda/) - Setiap konduktor pasti pernah ada di posisi ini: mendengar sebuah lagu dibawakan kelompok lain di kompetisi, langsung terpukau, dan berpikir, "Tahun depan, kami harus bawakan ini." Tapi, apakah itu cara yang tepat untuk memilih repertoar paduan suara? Menurut Agastya Rama Listya, komposer, pelatih, dan juri kompetisi paduan suara internasional, jawabannya tidak sesederhana itu. Dalam sesi - [Karolus Kerubim](https://padmamusicpublishing.com/komposer/karolus-kerubim/) - Karolus Kerubim meraih gelar Sarjana Seni di bidang Komposisi Musik dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta pada tahun 2023. Selama menempuh studi, ia belajar komposisi musik dengan Ovan Bagus Jatmika, Joko Suprayitno, Raden Chairul Slamet, dan Royke Bobby Koapaha, serta belajar direksi dengan Budhi Ngurah. Selain itu, ia pernah mengikuti composition clinic dengan Ade Vincent (Australia) ## Laman - [Home](https://padmamusicpublishing.com/) - Cari partitur paduan suara? Padma Music Publishing menerbitkan karya pilihan dari komposer Indonesia. Temukan karya yang pas untuk Anda. - [About Author](https://padmamusicpublishing.com/about/) - Tentang Padma Padma Music Publishing adalah penerbit musik dari Indonesia yang saat ini berfokus pada penerbitan partitur musik secara digital. Dengan komitmen untuk mendukung perkembangan industri musik di Indonesia, Padma memberikan wadah bagi komposer dan penggubah Indonesia untuk menampilkan karya-karya mereka secara luas. Setiap lembaran musik yang dipublikasikan adalah cerminan dari keindahan dan kekayaan musik - [Shop](https://padmamusicpublishing.com/shop/) - Beranda / Shop Cari Karya Paduan Suara Temukan karya komposer Indonesia terbaik yang cocok untuk paduan suara Anda Seri Padma Seri Karya Anak koleksi Jessica Amadea Tambah ke keranjang Cing Ciripit (SSAA with Body Percussion, Piano opt.) Asti Fajriani Rp50.000 SSAABody Percussion, PianoBerkembang Tambah ke keranjang Berperahu (SSA with Piano) Alfred Simanjuntak, Ronald Pohan Rp50.000 Harga aslinya - [Seri Karya Anak koleksi Jessica Amadea](https://padmamusicpublishing.com/shop/seri-karya-anak-jessica-amadea/) - Beranda / Seri Karya Anak koleksi Jessica Amadea Seri Karya Anak koleksi Jessica Amadea Temukan koleksi partitur paduan suara karya komposer Indonesia yang telah dikurasi oleh Jessica Amadea Seri Padma Seri Karya Anak koleksi Jessica Amadea Tentang Seri Karya Anak koleksi Jessica Amadea​ Sebagai pelatih paduan suara anak, kita sering mencari repertoar yang tidak hanya indah dan - [Wishlist](https://padmamusicpublishing.com/wishlist/) - My Wishlist Product Price Your wishlist is empty. 0 item(s) in your wishlist Continue Shopping - [Daftar Komposer](https://padmamusicpublishing.com/komposer/) - Beranda / Daftar Komposer Semua Komposer Padma Temukan para komposer terbaik Indonesia di Padma Music Publishing Agastya Rama Listya Agnes Hapsari Albertus Rahardyan Alfred Simanjuntak Asti Fajriani Berryl Carlos Manuel Cherly Susanti Cosmas Adrian Daniel Nugrahanto Dimitrij Ray Dody Soetanto Ega O. Azarya Elkindangen F. A. Warsono Firdaus Patras Gumolung Fransesco Ganang Gavin Wiyanto Giovanni Primero Gregorius - [Blog](https://padmamusicpublishing.com/blog/) - Beranda / Blog Blog Promosi, artikel edukasi, dan informasi umum Padma semua tersedia di sini. “Seri Karya Anak”, kolaborasi bersama Jessica Amadea 16 Juni 2026 Bagi konduktor yang bekerja dengan paduan suara anak ataupun remaja, mencari repertoar untuk program kompetisi sering kali menjadi tantangan tersendiri. Dalam ekosistem paduan suara Indonesia, sering ditemui paduan… Baca Lebih Lanjut Mengenal - [Login Register](https://padmamusicpublishing.com/login-register/) - Username or Email Address Password Ingat Saya Lupa Password? Log In Daftar Sekarang Username Email Password Register Masuk Username or Email Address Reset Password Masuk - [Checkout Test](https://padmamusicpublishing.com/checkout-test/) - [Cart Test](https://padmamusicpublishing.com/cart-test/) - Kembali ke toko - [Banner Padma Mencari Karya](https://padmamusicpublishing.com/banner-padma-mencari-karya/) - Anda punya karya yang ingin dipublikasikan? Daftarkan Karya Anda - [My Wishlist](https://padmamusicpublishing.com/wt-webtoffee-wishlist/) - [wt_mywishlist] - [Platform Partitur Paduan Suara](https://padmamusicpublishing.com/platform-partitur-paduan-suara/) - Tambahkan Teks Tajuk Anda Di Sini - [Partitur Aransemen Paduan Suara Sekuler, Religius, dan Musik Rakyat](https://padmamusicpublishing.com/partitur-aransemen-paduan-suara-sekuler-religius-dan-musik-rakyat/) - Padma Music Publishing Dapatkan partitur aransemen paduan suara untuk musik sekuler, religius, dan musik rakyat hanya di Padma Music Publishing. Pilih dari katalog berkualitas untuk berbagai jenis paduan suara. Cari Karya Why US? Partitur Paduan Suara Musik Sekuler, Religius & Musik Rakyat Padma Music Publishing adalah platform utama bagi para pemimpin paduan suara, komposer, dan - [Coming Soon](https://padmamusicpublishing.com/coming-soon/) - Segera Hadir 28.10.24 Mendukung Indonesia Berkarya - [Partitur Aransemen Paduan Suara Berkualitas – Padma Music Publishing](https://padmamusicpublishing.com/partitur-aransemen-paduan-suara-berkualitas-padma-music-publishing/) - Aransemen Paduan Suara Berkualitas Temukan koleksi partitur aransemen paduan suara terbaik di Padma Music Publishing. Dapatkan karya orisinal untuk berbagai tingkat kesulitan, mulai dari paduan suara pemula hingga profesional. Aransemen Eksklusif Kami menyediakan partitur yang ditulis oleh komposer-komposer berpengalaman, dengan aransemen yang orisinal dan tidak dapat ditemukan di tempat lain. Beragam Genre Apapun gaya musik - [Contact](https://padmamusicpublishing.com/contact/) - [Books](https://padmamusicpublishing.com/books/) - [Laman Contoh](https://padmamusicpublishing.com/laman-contoh/) - Ini adalah laman contoh. Laman ini berbeda dari artikel blog karena akan tetap di satu tempat dan akan muncul di navigasi situs Anda (di sebagian besar tema). Kebanyakan orang memulai dengan laman "Tentang" yang bertujuan untuk mengenalkan mereka kepada pengunjung potensial situs. Biasanya berisi seperti ini: Hai yang disana! Saya seorang kurir bersepeda di siang ## JetWooBuilder Templates - [Single Product](https://padmamusicpublishing.com/?jet-woo-builder=single-product) - Beranda / Single Product Single Product Deskripsi Karya per copy Berlaku Lisensi SelamanyaPartitur digital • Untuk 1 paduan suara/institusi • Penggunaan konser/kompetisi Jumlah pembelian (sesuai jumlah penampil) - [Checkout Top Page](https://padmamusicpublishing.com/?jet-woo-builder=checkout-top-page) - Checkout Purchasing GuideThe purchase quantity should be based on the number of singers who will be on stage singing this song. Following the “1 singer 1 copy” rule ensures proper licensing and supports our composers. - [Checkout Page](https://padmamusicpublishing.com/?jet-woo-builder=checkout-page) - Detail Tagihan Nama Lengkap *Pemegang Lisensi (Nama Paduan Suara) *Nama Institusi (opsional)Negara/Wilayah *Pilih negara/wilayah…AfghanistanAfrika SelatanÅland IslandsAlbaniaAlgeriaAmerika SerikatAndorraAngolaAnguillaAntartikaAntigua dan BarbudaArab SaudiArgentinaArmeniaArubaAustraliaAustriaAzerbaijanBahamaBahrainBangladeshBarbadosBelandaBelarusBelauBelgiaBelizeBeninBermudaBhutanBoliviaBonaire, Saint Eustatius dan SabaBosnia dan HerzegovinaBotswanaBrasilBrunei DarussalamBulgariaBurkina FasoBurundiCape VerdeChadCiliCuraçaoDenmarkDjiboutiDominikaEkuadorEl SalvadorEritreaEstoniaEswatiniEtiopiaFijiFilipinaFinlandiaGabonGambiaGeorgiaGeorgia Selatan / Kepulauan SandwichGhanaGibraltarGreenlandGrenadaGuadeloupeGuamGuatemalaGuernseyGuineaGuinea EkuatorialGuinea-BissauGuyanaGuyana PrancisHaitiHondurasHong KongHungariaIndiaIndonesiaInggrisIrakIranIrlandiaIslandiaIsraelItaliaJamaikaJepangJermanJerseyJordaniaKaledonia BaruKambojaKamerunKanadaKazakhstanKenyaKepulauan CaymanKepulauan Cocos (Keeling)Kepulauan CookKepulauan FalklandKepulauan FaroeKepulauan Mariana UtaraKepulauan MarshallKepulauan SolomonKepulauan Terluar Kecil Amerika SerikatKepulauan Turks dan CaicosKepulauan Virgin (AS)Kepulauan Virgin (Inggris)KiribatiKolombiaKomoroKongo - [Thank You Page](https://padmamusicpublishing.com/?jet-woo-builder=thank-you-page) - [Cart Page](https://padmamusicpublishing.com/?jet-woo-builder=cart-page) - Beranda / Cart Page Cart Purchasing GuideThe purchase quantity should be based on the number of singers who will be on stage singing this song. Following the “1 singer 1 copy” rule ensures proper licensing and supports our composers. Cart Totals ## Template-ku - [Elementor Footer #1100](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=elementor-footer-1100) - Content area - [Elementor Loop Item #4498](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=elementor-loop-item-6) - Elementor Loop Item #4498 Ronald Pohan adalah komposer dan pelatih paduan suara kelahiran Padang Sidempuan, Sumatera Utara, 7 Juni 1942. Ia menempuh pendidikan musik di Westminster Choir College Princeton tahun 1973. Puluhan karyanya sepanjang hidup telah digunakan sebagai lagu wajib maupun pilihan dalam berbagai ajang paduan suara, dan ia menciptakan banyak lagu mars serta lagu-lagu - [Post Komposer](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=post-komposer) - Beranda / Post Komposer Post Komposer Lahir pada 2001, Berryl Carlos Manuel memperoleh gelar Sarjana Seni dalam bidang Penciptaan Musik dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Belajar komposisi kepada Joko ‘Lemazh’ Suprayitno, Budhi Ngurah, dan Puput Pramuditya serta conducting di bawah bimbingan Budhi Ngurah dan Pipin Garibaldi. Karya-karyanya telah dibawakan oleh berbagai kelompok paduan suara di Indonesia seperti - [Elementor Header #1032](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=elementor-header-1032) - Content area - [Daftar Karya Shop 5 Grid](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=daftar-karya-shop-5-grid) - [Daftar Karya Shop](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=elementor-loop-item-5) - [Artikel](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=blog) - oleh Padma Music Publishing Kamis, 12 September 2024 Ronald Pohan adalah komposer dan pelatih paduan suara kelahiran Padang Sidempuan, Sumatera Utara, 7 Juni 1942. Ia menempuh pendidikan musik di Westminster Choir College Princeton tahun 1973. Puluhan karyanya sepanjang hidup telah digunakan sebagai lagu wajib maupun pilihan dalam berbagai ajang paduan suara, dan ia menciptakan banyak - [Banner Padma Mencari Karya](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=banner-padma-mencari-karya) - Anda punya karya yang ingin dipublikasikan? Daftarkan Karya Anda - [Default Kit](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=default-kit-2) - [Elementor Loop Item #4587](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=elementor-loop-item-7) - “Kepoin dengan Padma bisa membeli sekolah untuk karya, baik lokal maupun generasi pendidasar, hingga karya terbaru.” Berryl Carlos Manuel Penyanyi - [Loop Komposer](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=elementor-loop-item-4) - Loop Komposer - [Daftar Komposer](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=daftar-komposer) - Semua Komposer Padma Temukan para komposer terbaik Indonesia di Padma Music Publishing Agastya Rama Listya Agnes Hapsari Albertus Rahardyan Alfred Simanjuntak Asti Fajriani Berryl Carlos Manuel Cherly Susanti Cosmas Adrian Daniel Nugrahanto Dimitrij Ray Dody Soetanto Ega O. Azarya Elkindangen F. A. Warsono Firdaus Patras Gumolung Fransesco Ganang Gavin Wiyanto Giovanni Primero Gregorius Gerald Pratomo - [Elementor Products Archive #4150](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=elementor-products-archive-4150) - Beranda / Elementor Products Archive #4150 Karya Paduan Suara Discover exceptional choral compositions from Indonesia's finest composers Tambah ke keranjang Cing Ciripit (SSAA with Body Percussion, Piano opt.) Asti Fajriani Rp50.000 SSAABody Percussion, PianoBerkembang Tambah ke keranjang Berperahu (SSA with Piano) Alfred Simanjuntak, Ronald Pohan Rp50.000 Harga aslinya adalah: Rp50.000.Rp45.000Harga saat ini adalah: Rp45.000. SSA div.PianoPemula Diskon - [Product Grid](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=elementor-loop-item-3) - [Produk V1](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=produk-v1) - KategoriLagu ini bercerita tentang kupu-kupu yang cantik beterbangan kesana kemari di taman penuh dengan bunga. Lirik dan melodinya seperti berdansa ingin menangkap kupu-kupulirik dinyanyikan dengan saling berbalas seperti mengejar kupu-kupu. Di balik itu terdapat pesan untuk menyiapkan sendiri taman indah kita hingga kupu-kupu akan datang dengan sendirinya.Musik RakyatMusik ReligiusMusik Sekulerprarilistetapi kupu-kupu dengan tingkahnya langsung terbang - [Elementor Loop Item #2893](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=elementor-loop-item-2) - Tambahkan Teks Tajuk Anda Di Sini - [Elementor Loop Item #2886](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=elementor-loop-item) - [Elementor Single Product #1708](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=elementor-single-product-1708) - Beranda / Elementor Single Product #1708 Elementor Single Product #1708 Harga Satuan Kategori tag #1 - [Coming Soon](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=coming-soon-2) - Segera Hadir 28.10.24 Mendukung Indonesia Berkarya - [Coming Soon](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=coming-soon) - Segera Hadir 28.10.24 Mendukung Indonesia Berkarya - [Form](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=form) - Username or Email Address Password Ingat Saya Lupa Password? Log In Daftar Sekarang Username Email Password Register Masuk Username or Email Address Reset Password Sign In - [Default Kit](https://padmamusicpublishing.com/?elementor_library=default-kit) ## Produk - [Sinite parvulos venire ad Me (SSAA)](https://padmamusicpublishing.com/product/sinite-parvulos-venire-ad-me-ssaa/) - Karya ini cocok untuk paduan suara anak di bawah 16 tahun Syair yang diambil dari ayat Kitab Suci ini dipilih sebagai dasar penciptaan komposisi paduan suara SSAA karena memiliki tema yang sangat dekat dengan dunia anak-anak dan relevan untuk dinyanyikan oleh mereka. Komposisi ini mengembangkan alur melodi utama yang sederhana dan relatif mudah dinyanyikan, namun dipadukan dengan tekstur serta harmoni yang lebih kompleks. Pendekatan tersebut menggambarkan kompleksitas iman yang diterima dan dihayati secara sederhana melalui kepercayaan seorang anak. Melodi yang bersahut-sahutan serta pergantian harmoni antar suara menghadirkan suasana ceria yang merepresentasikan sukacita anak-anak yang datang kepada Tuhan Yesus. Gerakan musikal tersebut juga menggambarkan semangat dan antusiasme mereka, meskipun sempat dihalang-halangi untuk menemui-Nya. Pada bagian “Talium est enim regnum Dei”, dinamika berkembang secara bertahap dari lembut menuju penuh dan megah, baik dalam volume maupun harmoni. Bagian ini menggambarkan sukacita yang semakin besar ketika anak-anak mengetahui bahwa Kerajaan Allah adalah milik mereka yang memiliki hati seperti anak-anak. Pada kata Dei, penggunaan nada-nada panjang menghadirkan kesan agung dan mulia, melukiskan kebesaran Kerajaan Allah. Bagian penutup komposisi menampilkan melodi dan harmoni yang lebih luas dengan tempo yang lebih tenang. Nuansa ini menggambarkan kedamaian hati anak-anak saat berada di hadapan Tuhan Yesus, sekaligus mencerminkan sukacita dan ketenteraman yang mereka rasakan dalam perjumpaan dengan-Nya. - [Under the greenwood tree (SA div. with Piano)](https://padmamusicpublishing.com/product/under-the-greenwood-tree-sa-div-with-piano/) - Karya ini cocok untuk paduan suara anak di bawah 12 tahun Under the greenwood tree didasarkan pada nyanyian karakter Amiens dari lakon komedi Shakespeare, As You Like It. Dalam naskah, Amiens, seorang petinggi yang diasingkan, bernyanyi tentang hidup sederhana di alam: hidup yang sangat jauh dari kebisingan, kesibukan, dan politik kerajaan. Meskipun sederhana, hidup yang mereka jalani tidak lepas dari kesulitan, seperti datangnya musim dingin dan cuaca buruk. Akan tetapi, hal ini tidak menghentikan para orang-orang terasing untuk mengusahakan yang terbaik dari situasi mereka dan melihat hidup dengan penuh syukur. Komponis sedikit mengadaptasi konteks dari teks asli menjadi sebuah undangan. Anak-anak yang lahir di zaman digital berisiko untuk menjadi asing dengan alam - dan seiring makin kompleksnya keadaan dunia, bertambah kompleks pula hidup mereka dan ekspektasi yang dibebankan kepada mereka ketika tumbuh dewasa. Karya ini mengajak para penyanyi dan pendengar untuk bermain dan menjadi apa-adanya; untuk sejenak berjeda dari hidup yang serba diatur di sekolah, di pekerjaan, atau di mana saja, dan untuk menikmati hidup dalam bentuk yang paling sederhana. Karya ini memiliki dua tema: tema pertama lebih mengalir dan santai; tema kedua lebih “bergejolak” dan berenergi. Bayangkan membawakan tema pertama dari sudut pandang seseorang yang baru saja berbaring di bawah pohon rindang, diiringi suara gesekan daun dan siulan burung; pada dasarnya, bayangkan saja hari paling santai yang pernah Anda rasakan. Untuk tema kedua, bayangkan, sebagai anak-anak, Anda mau mengajak teman Anda untuk bermain di tempat di bawah pohon rindang itu. Bermain-main dan bersenang-senanglah dengan tema kedua! Sedikit catatan untuk birama 42: pada bagian ini, yang diharapkan adalah golongan suara yang lebih tinggi akan meniru suara binatang yang lebih tinggi, sedangkan golongan suara yang lebih rendah akan meniru suara binatang yang lebih rendah. Namun, anak-anak bebas berkreasi. Jika diinginkan, anak-anak bisa juga menciptakan suara binatang berdasarkan imajinasinya sendiri! - [Cantate, cantate Domino (SSA div. with Body Percussion & Piano)](https://padmamusicpublishing.com/product/cantate-cantate-domino-ssa-div-with-body-percussion-piano/) - Karya ini cocok untuk paduan suara anak di bawah 16 tahun Teks karya ini didasarkan pada Mazmur 96:1: “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN; menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi.” Pengulangan frasa “Cantate Domino” berfungsi sebagai elemen penting yang memperkuat pesan utama: seruan yang lantang dan indah kepada seluruh umat manusia untuk memuliakan Tuhan melalui nyanyian. Kata “cantate” (menyanyilah) adalah ungkapan iman, sukacita, dan pengakuan akan kebesaran Sang Pencipta. Frasa “canticum novum” (nyanyian baru) melambangkan hubungan yang diperbarui antara umat manusia dan Tuhan, sebuah tanggapan terhadap karya keselamatan dan keagungan-Nya. Karya ini dimulai dengan nyanyian satu suara, secara bertahap bergerak menuju akor sederhana, dan akhirnya ke akor yang kompleks. Perkembangan ini menciptakan kesan langkah demi langkah dalam bernyanyi, meluas dari kelompok kecil ke kelompok yang lebih besar (seolah-olah seluruh bumi bergabung dalam nyanyian). Perkusi tubuh seperti tepukan dan hentakan kaki digunakan untuk menampilkan pendekatan kontemporer terhadap musik paduan suara, serta semangat bernyanyi bersama untuk Tuhan yang melibatkan suara dan gerak tubuh secara bersamaan. Paduan suara disarankan untuk menyertakan ekspresi wajah dan koreografi gerakan yang mendukung. Piano menggunakan progres harmoni yang relatif sederhana namun efektif. Ini memberi ruang bagi vokal untuk menjadi fokus utama sambil menjaga pesan teks tetap jelas dan komunikatif. Piano juga sering mengisi ruang di antara notasi non-ritmis dalam vokal, baik melalui penguatan harmoni atau dengan figur yang menjembatani celah musik. Ini sangat penting dalam komposisi paduan suara anak-anak, di mana jangkauan vokal dan pembagian suara relatif terbatas dibandingkan dengan paduan suara dewasa dan campuran. - [Angelus ad pastores ait (SSAA)](https://padmamusicpublishing.com/product/angelus-ad-pastores-ait-ssaa/) - Karya ini cocok untuk paduan suara anak di bawah 16 tahun “Angelus ad pastores ait” adalah sebuah komposisi kontemporer yang menjelajahi kembali tradisi polifonik dari musik periode renaisans. Terilhami oleh karya Monteverdi atas teks yang sama, komposisi ini mengangkat gaya musik klasik awal seraya menjalinnya dengan unsur-unsur tematik modern. Teks yang diambil berasal dari Injil Lukas 2:10-11, dimana para malaikat mengumumkan kabar kelahiran Kristus kepada para gembala. Salah satu frasa yang digarisbawahi dalam komposisi ini adalah “Annuntio vobis, gaudium magnum”. Frasa ini memiliki kemiripan dengan peristiwa Konklaf 2025 yang baru saja terjadi, ketika orang-orang bersorak saat proklamasi “habemus papam” dikumandangkan untuk menandakan terpilihnya paus baru. Bagian B dari komposisi ini melukiskan kegembiraan dari mendengarkan kabar sukacita besar atau gaudium magnum melalui pergerakan polifonik yang mengalir. Di bagian D, motif-motif dari bagian sebelumnya muncul kembali. Alih-alih muncul secara sendiri-sendiri, motif-motif tersebut dianyam menjadi suatu kombinasi yang baru. Dalam kombinasi tersebut, mereka saling melengkapi satu sama lain, dan menjadikannya sebuah rajutan yang menggambarkan banyaknya lapisan kegirangan saat kita mendengarkan kabar gembira. - [Arunika (SSA with Body Percussion)](https://padmamusicpublishing.com/product/arunika-ssa-with-body-percussion/) - Karya ini cocok untuk paduan suara anak di bawah 16 tahun “Arunika” berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti sinar matahari terbit atau cahaya fajar. Ditulis untuk Paduan Suara Tara Salvia di bawah arahan Jessica Fedora Amadea, komposisi ini menyesuaikan range dan warna suara anak-anak, sementara syair lagu ini berkutat pada perasaan seseorang yang tersihir oleh keindahan mentari pagi. Lagu ini diawali dengan gambaran keindahan langit saat malam berganti pagi, perlahan semakin cerah dan memberikan nafas baru untuk mengawali hari dengan semangat seperti tertulis di bagian Allegro yang lebih ritmis, sebuah gairah hidup yang berdetak kencang di dalam tubuhnya. Lagu ini diakhiri dengan tenang, seperti di awal lagu, menggambarkan fajar yang telah tiba. - [The Moon Goddess Chang’e (SSAA)](https://padmamusicpublishing.com/product/the-moon-goddess-change-ssaa/) - Karya ini cocok untuk paduan suara anak di bawah 16 tahun “The Moon Goddess Chang’e” merupakan komposisi paduan suara SSAA yang terinspirasi dari legenda tradisional Tiongkok mengenai asal-usul Dewi Bulan, Chang’e. Kisah yang telah diwariskan secara turun-temurun ini memiliki kedudukan penting dalam budaya Tiongkok dan erat kaitannya dengan perayaan Festival Tengah Musim Gugur, sebuah tradisi yang diselenggarakan saat bulan purnama pada musim panen sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil bumi. Selain merefleksikan nilai-nilai budaya dan spiritual masyarakat Tiongkok, legenda ini juga melambangkan pergantian musim menuju masa panen yang penuh kelimpahan. Hingga kini, kisah Chang’e tetap dikenang dan menjadi bagian dari tradisi penghormatan terhadap bulan dalam budaya Tiongkok. Alkisah, seorang pemanah ulung bernama Hou Yi yang menikah dengan Chang’e, gadis cantik yang berhati mulia. Hou Yi dikenal sebagai pendekar yang sangat dihormati karena sifatnya yang bijaksana dan penolong. Suatu hari, sepuluh matahari terbit di langit yang menyebabkan bumi dilanda bencana kekeringan. Untuk menyelamatkan umat manusia, Hou Yi menembak jatuh sembilan matahari dengan busur dan panahnya sehingga menyisakan hanya satu matahari di langit. Sebagai penghargaan atas jasanya, Hou Yi menerima hadiah berupa ramuan keabadian. Suatu malam, Chang’e tidak sengaja melihat ada seseorang yang berniat jahat hendak mencuri ramuan keabadian Hou Yi. Demi mencegah agar ramuan keabadian tersebut tidak jatuh ke tangan yang salah, Chang’e pun memutuskan untuk meminum ramuan keabadian itu sendiri. Setelah itu, ia melayang naik ke bulan dan tinggal di sana selamanya, terpisah dari kekasihnya. Mengetahui hal tersebut, Hou Yi sangat terpukul. Hou Yi yang diliputi kesedihan hanya bisa mengobati rasa rindunya dengan memandangi bulan di langit malam. Komposisi ini memiliki karakter yang sangat naratif, dengan pengolahan melodi, ritme, dan dinamika yang dirancang untuk mendukung perkembangan alur cerita serta memperkuat suasana emosional pada setiap bagian. Melalui unsur-unsur musikal tersebut, kisah Chang’e dan Hou Yi dapat tersampaikan secara ekspresif kepada pendengar. Karya ini juga memberikan ruang yang luas bagi para penyanyi untuk mengeksplorasi kreativitas, imajinasi, dan kemampuan interpretatif mereka dalam menghidupkan cerita melalui sajian vokal. - [Cing Ciripit (SSAA with Body Percussion, Piano opt.)](https://padmamusicpublishing.com/product/cing-ciripit-ssaa-with-body-percussion-piano-opt/) - Karya ini cocok untuk paduan suara anak di bawah 12 tahun Cing Ciripit merupakan lagu permainan anak-anak Jawa Barat yang bertujuan untuk menentukan si penjaga (“ucing”) seperti dalam permainan hompimpa yang dimainkan sebelum memulai permainan lainnya; misalnya kucing-kucingan atau kejar kejaran. Pertama-tama, anak-anak berkumpul dalam kelompok kecil dengan posisi melingkar. Kemudian, salah seorang anak meletakkan telapak tangan di tengah lingkaran, lalu anak-anak lainnya meletakkan jari telunjuk mereka ke atas telapak tangan tersebut. Sambil bernyanyi lagu Cing Ciripit, mereka menggerakkan jari telunjuk ke atas dan ke bawah. Telapak tangan anak yang di tengah akan menutup/menjepit ketika lagu berakhir di kata “nong”. Anak yang jarinya tergenggam menjadi "ucing" (kucing/penjaga) yang terpilih untuk memulai permainan berikutnya. Teks dalam lagu permainan yang berbahasa Sunda ini secara keseluruhan bermakna filosofis untuk mengajarkan manusia berhati-hati dalam bertindak, bersikap jujur, dan bertanggung jawab. “Cing ciripit tulang bajing kacapit” bermakna bahwa dalam menjalani kehidupan seseorang harus berhati-hati agar tidak celaka (“terjepit”) oleh keadaan buruk. “Kacapit ku bulu paré” mengingatkan manusia untuk menjaga kebaikan sebagaimana bulu paré (padi) yang dianalogikan sebagai sumber kehidupan. “Bulu paré seuseuketna” bermakna bahwa kehidupan ini terkadang keras dan menyakitkan seperti ujung padi yang tajam, sementara “Jol Pa Dalang mawa wayang, jék-jrék nong” melambangkan kepasrahan manusia yang diibaratkan sebagai wayang yang dijalankan oleh Dalang (Tuhan), sehingga kita harus ikhlas menerima hasil dari permainan. Penampilan dibayangkan menjadi semi-teatrikal, dimana anak-anak akan betul-betul memainkan permainan Cing Ciripit sambil menyanyikan karya ini. Dimulai dengan pengulangan motif yang merupakan fragmen dari tema lagu untuk membangun atmosfer musik tradisional khas Sunda, karya dilanjutkan dengan tema pertama yang merupakan pengenalan tentang cara bermain (“Cing ciripit, satulang sabajing, saha nu kacapit jadi ucing” — cing ciripit, satu per satu, siapa yang terjepit jadi kucing). Bagian selanjutnya merupakan permainan Cing Ciripit itu sendiri, dimana anak-anak mengambil posisi bermain yakni melingkar dalam kelompok kecil, sambil menyanyikan tema lagu sebanyak tiga kali. Pada setiap pengulangan dan setiap akhir frase, tempo akan semakin cepat untuk menunjukkan intensitas pemain yang semakin berdebar dan takut terjepit. Diharapkan pada setiap ronde permainan ada anak yang jarinya tertangkap, sehingga mereka keluar dari permainan dan jumlah pemain menjadi semakin sedikit dalam setiap rondenya. Pada setiap jeda sebelum memulai pengulangan, anak-anak dapat bebas berinteraksi seperti tertawa, atau saling mengajak temannya untuk bermain, serta berhitung “hiji, dua, tilu”(satu, dua, tiga). Dengan tema asli lagu “Cing Ciripit” yang memiliki notasi sederhana, karya ini lebih lanjut diperkaya dengan eksplorasi komposer dalam menggabungkan beberapa elemen musik Sunda dan anak-anak di dalamnya. Terdapat beberapa seruan/sahutan untuk menambah keseruan bermain, seperti “euy!” dan “seur!” serta bagian yang diharapkan dapat dinyanyikan dengan suara asli (bukan suara bernyanyi) atau suara ahak cempereng untuk menirukan suara anak-anak yang sedang bermain. Terdapat juga beberapa instruksi untuk bernyanyi tanpa nada (lebih berseru daripada bernyanyi) di setiap akhir ronde permainan. Sedikit perkusi badan juga ditambahkan untuk menambah intensitas klimaks di bagian akhir karya. Sementara itu, pengaturan tempo lebih lanjut dan jeda antar bagian di mana anak-anak bercengkrama dapat diinterpretasikan bebas oleh tiap pengaba. - [The Shadow Puppet (SSAA div. with Body Percussion & Gongseng)](https://padmamusicpublishing.com/product/the-shadow-puppet-ssaa-div-with-body-percussion-gongseng/) - Karya ini cocok untuk paduan suara anak di bawah 16 tahun The Shadow Puppet adalah sebuah komposisi paduan suara kontemporer yang berkisah tentang wayang Indonesia. Kata “wayang” sendiri merujuk kepada boneka fisiknya dan seni teaternya. Secara etimologis, kata wayang berasal dari kata bahasa Jawa yang berarti bayangan atau imajinasi. Sejarah dari kesenian teater itu sendiri dapat ditarik kembali ke masa Jawa Kuna. Terinspirasi oleh keunikannya, komposisi ini menjelajahi keberagaman teater wayang di Indonesia. Dengan iringan perkusi tubuh dan gongseng (lonceng kaki Jawa), komposisi ini menggambarkan suasana pertunjukan wayang di petang hari. Selain itu, komposisi ini menggunakan tangga nada pentatonis yang kerap digunakan di musik daerah Jawa dan Bali. - [Dies Irae (SSAA)](https://padmamusicpublishing.com/product/dies-irae-ssaa/) - Karya ini cocok untuk paduan suara anak di bawah 16 tahun Dies Irae merupakan teks liturgi berbahasa Latin yang berasal dari tradisi misa requiem dalam gereja Kristen abad pertengahan. Teks ini menggambarkan peristiwa Hari Penghakiman, yaitu saat seluruh manusia dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di hadapan Tuhan. Melalui rangkaian bait yang puitis dan penuh citraan religius, Dies Irae menghadirkan gambaran tentang kehancuran dunia, bunyi sangkakala yang memanggil manusia dari kematian, serta suasana ketakutan dan kegelisahan ketika menghadapi pengadilan ilahi. Selain menggambarkan dahsyatnya Hari Penghakiman, teks Dies Irae juga memuat unsur reflektif berupa pengakuan atas dosa dan permohonan belas kasih Tuhan. Penutur lirik mengekspresikan kesadaran akan keterbatasan manusia serta harapan untuk memperoleh pengampunan dan keselamatan. Oleh karena itu, teks ini tidak hanya berfokus pada ancaman hukuman, tetapi juga pada dimensi spiritual mengenai rahmat dan kasih ilahi. Pada bagian awal (birama 1-8) komposer menginterpretasikan bagian tersebut sebagai awal hari dimana Tuhan memberikan penghakiman kepada seluruh umat manusia yang tidak mengindahkan ajaran firman Tuhan. Bagian A (birama 9-40) hingga bagian B (birama 41-58) merupakan bagian utama dalam gambaran tentang kehancuran dunia, bunyi sangkakala yang memanggil manusia dari kematian, serta suasana ketakutan dan kegelisahan ketika menghadapi pengadilan ilahi. Bagian C (birama 59-74) merupakan bagian yang memuat unsur reflektif. Pada bagian tersebut, Tuhan masih memberikan kesempatan terakhir kepada seluruh umat manusia untuk melakukan pertobatan. Bagian ini menggambarkan kondisi dimana umat manusia menyadari betapa dahsyatnya hari penghakiman, kata “Salva me” yang berarti ”Selamatkanlah aku” merupakan perwujudan dari harapan umat manusia yang memohon untuk diselamatkan. Bagian D (birama 75-89) menggambarkan suasana pemusnahan terakhir kepada umat manusia yang tidak mau melakukan pertobatan atas dosa-dosanya. - [Da pacem, Domine (SSA div. with Percussions)](https://padmamusicpublishing.com/product/da-pacem-domine-ssa-div-with-percussions/) - Karya ini cocok untuk paduan suara anak di bawah 16 tahun Karya ini merupakan motet kontemporer untuk paduan suara anak. Teks yang digunakan berasal dari doa Latin klasik “Da pacem, Domine, in diebus nostris” (“Limpahkanlah kepada kami kedamaian, ya Tuhan, dalam hari-hari ini”), yang menekankan permohonan akan damai sebagai anugerah ilahi. Komposisi ini ditulis untuk Secondo Concorso Internazionale di Composizione per Cori di Voci Bianche Corinfesta dan menampilkan perpaduan antara tradisi liturgis dengan idiom musikal modern, kesederhanaan doa Gregorian dengan energi kontemporer melalui perkusi dan variasi tekstur vokal. Hasilnya adalah musik yang sakral sekaligus teatrikal, menegaskan pesan universal: damai sebagai anugerah Tuhan yang diharapkan hadir dalam kehidupan umat manusia. Struktur dan tekstur karya ini dipenuhi formulasi repetitif dengan teks doa yang diulang dalam berbagai variasi, menciptakan suasana meditatif. Bagian tengah menampilkan garis melodi sederhana yang berfungsi sebagai kerangka doa. Tekstur homofonik di awal menciptakan kesan khidmat lalu berkembang menjadi tekstur polifonik imitatif antar suara. Dari segi harmoni, kadens plagal (IV–I) sering muncul untuk menegaskan nuansa liturgis. Modulasi ringan mendukung variasi ekspresi teks. Pengulangan frasa “Da pacem, Domine” adalah motif utama yang menjadi inti musikal dan spiritual. Dalam hal tempo dan karakter, bagian awal ditandai dengan suasana tenang dan khidmat. Bagian pertengahan memiliki nuansa yang lebih mengalir, menekankan tentang permohonan akan kedamaian. Bagian klimaks ditandai dengan penggunaan elemen ritmis serta penggunaan perkusi (shaker, bass drum, clap, stomp) yang memberi energi dan kontras dramatik. Perkusi digunakan bukan sekadar sebagai pengiring, tetapi sebagai elemen dramatik: shaker dan bass drum menciptakan suasana yang lebih enerjik, sementara tepukan tangan (clap) dan hentakan kaki (stomp) di bagian akhir memberi kesan kolektivitas dan keterlibatan fisik. Bagian akhir ditandai dengan molto rit. menuju penutup yang kembali khidmat, serta menegaskan tentang doa. - [Butterfly (SA div. with Piano)](https://padmamusicpublishing.com/product/butterfly-sa-div-with-piano/) - Karya ini cocok untuk paduan suara anak di bawah 12 tahun Lagu ini bercerita tentang kupu-kupu yang cantik berterbangan kesana-kemari di taman penuh dengan bunga. Lirik dan melodinya seperti berdansa ingin menangkap kupu-kupu, tetapi kupu-kupu dengan tingkahnya langsung terbang menjauh. Di balik itu terdapat pesan untuk menyiapkan taman yang indah sehingga kupu-kupu akan datang dengan sendirinya. Lagu ini dimulai dengan iringan piano yang lincah dan menggunakan trill yang menggambarkan kupu-kupu yang sedang berterbangan, dan trill muncul beberapa kali sepanjang lagu. Melodi dibuat ceria dan tenang dengan saling berbalasan seperti anak-anak sedang mengejar kupu-kupu. - [O (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/o-satb-div/) - Komposisi ini berangkat dari puisi karya Sutardji Calzoum Bachri, salah satu pelopor penyair angkatan 1970-an yang mendapat julukan Presiden Penyair Indonesia. Banyak kajian menafsirkan bahwa puisi “O” ini mengandung makna tentang perjalanan spiritual manusia dalam upaya menemukan hakikat Tuhan. Dalam lika-likunya, banyak hal yang dirasakan penyair seperti duka, keresahan, keraguan, dan kesia-siaan. Hal tersebut direpresentasikan dalam karya musik melalui penggunaan akor minor dan diminished, juga bisikan dan hentakan kaki sebagai penguat suasana. Judul “O” disematkan penyair sebagai simbol kekosongan, kehampaan, dan lubang batin manusia yang belum mampu menggapai serta mengenal Tuhan secara utuh. Huruf “O” yang ditulis kembali oleh penyair pada akhir puisi direpresentasikan secara musikal dengan menghilangkan terts pada akor, sehingga meniadakan definisi mayor atau minor dan menciptakan kualitas harmoni yang hampa. - [Viderunt Omnes (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/viderunt-omnes-satb-div/) - Viderunt Omnes—yang berarti “Segala Bangsa Melihat”—merupakan sebuah kidung pujian Natal yang sarat akan kedalaman teologis sekaligus keindahan musikal. Karya ini berangkat dari teks Latin dalam Liber Usualis No. 409, yang menegaskan bahwa karya keselamatan Allah melalui Yesus Kristus tidak bersifat eksklusif, melainkan dinyatakan secara terbuka kepada seluruh bangsa. Dengan demikian, Viderunt Omnes menjadi sebuah proklamasi iman yang universal, menghadirkan suasana kontemplatif sekaligus sukacita Natal. Secara musikal, komposisi ini dibangun melalui garis melodi yang dominan melangkah, menciptakan atmosfer tenang, syahdu, dan penuh refleksi. Pilihan kontur melodi tersebut memungkinkan teks tampil sebagai pusat ekspresi, sehingga setiap kata dapat dirasakan secara mendalam oleh penyanyi maupun pendengar. Pada bagian tengah, hadir segmen resitatif yang mengadopsi idiom modus Gregorian, kemudian diolah melalui harmonisasi yang sederhana namun efektif. Pendekatan ini menghasilkan warna bunyi yang lembut, hangat, dan menyentuh hati, tanpa kehilangan karakter sakralnya. Harmoni yang digunakan tidak bersifat kompleks, tetapi dirancang secara tepat guna untuk menopang alur melodi dan mempertegas makna teks. Kesederhanaan ini justru menjadi kekuatan utama karya, menghadirkan kesan manis dan elegan, serta menjadikannya mudah diakses oleh berbagai tingkat kemampuan paduan suara. Setiap frasa legato pada bagian resitatif perlu diperhatikan secara cermat. Hindari artikulasi yang terlalu ritmis atau “berketukan”, agar karakter resitatif tetap terjaga dan aliran teks dapat mengalir secara alami. Dengan pendekatan tersebut, Viderunt Omnes tidak hanya berfungsi sebagai repertoar Natal, tetapi juga sebagai medium doa musikal yang mampu memperdalam pengalaman liturgis umat—sekaligus menjadi pilihan karya yang bernilai artistik tinggi bagi paduan suara dan komunitas gerejawi. - [Si Patokaan (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/si-patokaan-satb-div/) - “Si Patokaan” adalah lagu daerah asal Sulawesi Utara yang liriknya merupakan bahasa Minahasa, dialek sub etnis Tonsea. Menurut Pdt. Prof. Dr. Wilhelmus Absalom Roeroe, hingga tahun 1930-an, desa Patokaan adalah rawa yang menjadi sarang nyamuk penyebab penyakit malaria. Namun, orang-orang Minawerot dan Tatelu-Laikit membuka lahan perkebunan di sana. Di zaman pendudukan Jepang pada tahun 1942-1945, sebagian daerah rawa itu dibangun lapangan terbang untuk pesawat-pesawat tempur dan gudang-gudang logistik Jepang. Dalam bukunya yang berjudul Wajah Baru Minahasa (2009), H.B. Palar menceritakan bagaimana orang-orang Minahasa di masa pendudukan Jepang dipaksa untuk bekerja membangun lapangan terbang itu. Kekejaman ini menyebabkan banyak orang Minahasa kehilangan nyawa. Kalaupun selamat, mereka pulang ke kampung dengan wajah pucat kekuning-kuningan akibat Malaria. Warga Patokaan yang tampak pucat dan menggigil akibat malaria ini kemudian menjadi bahan ejekan dari masyarakat Tatelu yang mereka temui. Ejekan tersebut disampaikan dalam bentuk lagu ciptaan orang Tatelu, yang kemudian dikenal luas dengan judul “Si Patokaan”. Meskipun memiliki sejarah awal yang tragis, lagu “Si Patokaan” sering dinyanyikan dengan interpretasi makna yang lain. Lagu “Si Patokaan” sering kali diartikan sebagai nasihat seorang ibu kepada anaknya yang akan merantau. Sang ibu dengan penuh kasih sayang, mengingatkan anaknya yang akan pergi jauh untuk berhati-hati di tempat barunya. Dalam interpretasi ini, Patokaan diibaratkan sebagai seorang anak. Pada aransemen ini, arranger menggunakan interpretasi makna nasihat seorang ibu kepada anaknya yang akan merantau. Untuk mewujudkan suasana yang sesuai dengan makna, penulis mengolah unsur-unsur musikal seperti tempo, dinamika, melodi, dan harmoni. Arranger menggunakan melodi awal Si Patokaan sebagai intro, kemudian memodifikasi progresi chord untuk mengawali lagu dengan kesan megah. Dalam aransemen ini, arranger banyak memanfaatkan chord add2 untuk menghadirkan nuansa manis dan hangat. Pendekatan ini bertujuan menggambarkan suasana haru seorang ibu yang akan ditinggal pergi oleh anaknya. Tekstur musik serta kelebaran range vokal dalam karya ini berkembang seiring berjalannya lagu, dengan puncak yang dicapai pada bagian klimaks. Hal tersebut dimaksudkan untuk merepresentasikan perasaan sedih yang semakin mendalam sejalan dengan semakin dekatnya waktu kepergian sang anak. - [Angin Malam (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/angin-malam-satb/) - Angin Malam adalah sebuah senandung tentang lamunan dan rehat sejenak dari gejolak isi hati dan pikiran. Di tengah gejolak itu, tubuh secara natural memilih untuk diam menikmati suasana malam yang terkadang membangkitkan kenangan akan keadaan tenang dan nyaman. Meski begitu, tidak lama kemudian isi hati dan pikiran kembali menguasai. Banyak bagian karya ini mengimitasi suasana hembusan angin yang harus dinyanyikan ringan dan tanpa terputus. Pada bagian ritardando di tengah, sebisa mungkin sangat melambat dan tetap menjalin disonansi dalam kalimat yang dibentuk. - [Keadaan Kahar (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/keadaan-kahar-satb/) - Komposisi ini memainkan banyak melodi minor dan progresi harmoni yang jarak intervalnya tidak biasa. Komposisi suaranya cukup penuh dengan dominasi suara perempuan. Karya ini menunjukkan kekacauan dan kebisingan yang terjadi di tengah keadaan kahar, baik di luar diri manusia maupun di dalam pikiran dan perasaannya. Meski begitu, karya ini berujung pada chord mayor sebagai penanda akhir lagu yang menggambarkan kesan optimistis dan menyampaikan pesan bahwa manusia harus terus berjuang untuk hari esok. Sesuai dengan temanya, komposisi ini lahir di era pandemi Covid-19 yang mengubah tatanan hidup manusia ke dalam kebiasaan baru. - [The First Noel (TTBB)](https://padmamusicpublishing.com/product/the-first-noel-ttbb/) - The First Noel merupakan himne masa Natal yang muncul secara tradisional sebagai lagu rakyat Inggris sejak sekitar abad ke-16 dan telah mengalami banyak penyesuaian seiring zaman berganti. Kata "Noel" yang digunakan berasal dari kata "Nowell" dalam bahasa Inggris pra-modern, mengikuti bahasa Perancis "Noël" yang berakar pada kata "Natal" dalam bahasa Latin. Melodi lagu ini mengalir seperti lagu pengantar tidur dengan banyak repetisi motif yang menjadikan nuansa berayun-ayun terus-menerus. Dalam aransemen ini, kadens melodik lagu aslinya yang cenderung ringan ditambah dengan gerakan sahut-menyahut antar suara dan dengan beberapa kadens harmoni yang deseptif di bagian awal menimbulkan kesan musikal yang 'tanpa akhir' dan menunggu kelanjutan. Fitur-fitur harmoni seperti superimposisi, antisipasi, dan suspensi akor dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk membangun tensi hingga mencapai finale yang memuaskan. - [Hendaklah Langit Bersukacita (SATB)](https://padmamusicpublishing.com/product/hendaklah-langit-bersukacita-satb/) - Karya bertema Natal ini teksnya didasarkan pada Mazmur 96:11-13. Walaupun melodi utamanya merupakan sebuah melodi baru, tetapi ide ritme utamanya diambil dari lagu Mazmur hari raya Natal yang terkenal di Indonesia, sehingga diharapkan menjadi pembangun nuansa yang akrab di telinga banyak orang. Secara komposisi, karya ini terbagi menjadi 4 bagian utama, dimana teks yang sama dinyanyikan secara berulang, tetapi selalu diulang dengan gaya yang sangat berbeda. Bagian pertama dimulai dengan Choral, yang merupakan istilah lazim dalam sebuah model komposisi dan merujuk pada homofoni untuk 4 suara. Pada bagian kedua, melodi utama berpindah ke suara Bass. Secara garis besar, gaya komposisi tetaplah homofoni 4 suara. Untuk bagian ketiga, motif utama dari melodi “Hendaklah” divariasikan ke dalam motif ritme Triol. Di sini ada dialog kontras dimana suara Alto dan Sopran selalu bergerak naik ke atas, sementara suara Tenor dan Bass bergerak turun ke bawah. Dialog antara Alto dan Tenor, maupun Sopran dan Bass ini saling berdampingan sebagai Kontrapung. Pada bagian keempat, motif utama dari melodi “Hendaklah” divariasikan dengan teknik Kontrapung yang lebih tinggi lagi, yaitu dalam bentuk Fuga. Setelah Fuga berakhir, bagian keempat ditutup kembali dengan Choral. Di bagian akhir, teks tentang kedatangan Sang Penyelamat diulang sebanyak tiga kali untuk merujuk pada Allah Tritunggal. Semua tempo yang tertera merupakan saran dan bukan sesuatu yang mutlak. Dinamika dan kreativitas dalam berinterpretasi secara bebas dan bertanggung jawab sangat diharapkan. - [Persembahan 'Tuk Sang Anak (SATB with Piano)](https://padmamusicpublishing.com/product/persembahan-tuk-sang-anak-satb-with-piano/) - Karya ini ditulis untuk mengajak umat kembali mengingat pesan Natal yang sesungguhnya. Tanda sukat 6/8 dipakai untuk memberikan suasana ringan dan mengalir. Lirik pada bagian awal adalah sebuah ajakan kepada manusia untuk bersukacita menyambut kehadiran Sang Anak di kandang yang hina, yang jauh dari gemerlap dunia. Bagian berikutnya, di mana kita diajak untuk membawa hati kita sebagai persembahan, dibawakan dengan lebih lembut untuk menunjukkan rasa kasih dan hormat kita. Bagian awal ditutup dengan pengulangan lirik yang sama. Bagian tengah (birama 30-46) merupakan sebuah refleksi di mana pendengar diajak untuk melihat bahwa Sang Anak datang ke dalam dunia meninggalkan segala kemuliaan-Nya. Di sisi lain, tidak jarang kita “merayakan” kedatangan-Nya dengan hingar-bingar duniawi. Padahal, yang Ia inginkan adalah hati kita yang mau percaya dan taat pada-Nya. Bagian ini dibawakan dengan tempo yang lebih lambat. Penggunaan nada dasar Es mayor juga dipilih untuk mendukung suasana refleksi. Bagian akhir merupakan pengulangan bagian awal dengan beberapa perubahan, yaitu perubahan lirik, letak melodi, dan iringan. Lirik berisi tentang penjelasan mengapa kita perlu bersukacita, yaitu karena Sang Firman itu sendiri telah datang membawa damai dan terang. Bagian coda adalah ajakan untuk bersukacita yang dinyanyikan secara bersahut sahutan. - [We Wish You A Merry Christmas (SATB)](https://padmamusicpublishing.com/product/we-wish-you-a-merry-christmas-satb/) - Kidung Natal ini memiliki sejarah yang cukup berwarna, mencerminkan para penyanyi kidung Natal yang jenaka di era Victoria dan kecenderungan mereka terhadap "hidangan penutup Natal" tradisional. Kidung Natal juga terkait dengan regenerasi tradisi yang dikenal sebagai carolling, sebuah praktik yang dilarang di gereja-gereja selama Abad Pertengahan. Oliver Cromwell, seorang Protestan, berperan penting dalam hal ini, dengan melarang semua kidung Natal antara periode 1647-1660. Jemaat gereja berkolaborasi dalam upaya terakhir untuk menyelamatkan lagu-lagu tradisional tersebut dengan cara berkeliling dari rumah ke rumah dan menyanyikannya di era Victoria. Lagu ini diaransemen dengan gaya medium swing yang memanfaatkan sinkopasi ritmis dan beberapa akor jazz dengan sedikit elemen walking bass. Bagian tengah (interlude) memainkan scat dan solo secara bergantian dan akan kembali ke tema awal dengan modulasi. Silakan melakukan eksplorasi dinamika, frase, ekspresi atau koreografi sesuai kebutuhan koor Anda. - [Seribu Lilin (SATB with Piano)](https://padmamusicpublishing.com/product/seribu-lilin-satb-with-piano/) - Lagu Seribu Lilin merupakan himne Natal dari Swedia yang memiliki judul asli “Nu tändas tusen juleljus” dan ditulis oleh Emmy Köhler (1858-1925). Lagu ini secara garis besar mengisahkan tentang kelahiran Yesus Kristus melalui tanda bintang yang disaksikan oleh para gembala dan orang Majus dari Timur. Mereka bersukacita karena telah menantikan Sang Mesias yang akan membebaskan mereka dari dosa-dosanya. Lagu ini secara spesifik lebih menekankan aspek ketenangan batin yang ditandai dengan terang lilin bagai bintang gemerlapan di kota Betlehem. - [Silent Night (SATB)](https://padmamusicpublishing.com/product/silent-night-satb/) - Silent Night menceritakan kisah kelahiran Yesus, Sang Raja, ke dunia. Dalam lagu ini, Raja tersebut digambarkan lahir dalam kesederhanaan, tanpa perayaan besar, tanpa kemeriahan. Kesederhanaan tersebut tidak mengurangi kebesaran-Nya. Dalam kedatangan-Nya yang sederhana dan tenang, terpancarlah cahaya kasih dan berkat rahmat-Nya. Lagu ini secara keseluruhan dibawakan dengan tenang dan sederhana. Di permulaan bait pertama, arpeggio bergantian menggambarkan bintang yang berkelip-kelip, lalu disambut dengan setiap suara menyanyikan melodi lagu satu per satu hingga bernyanyi bersama dalam harmoni. Pergerakan ini, ingin menggambarkan bahwa ciptaan-Nya secara perlahan semakin banyak yang mengetahui bahwa Sang Raja telah lahir. Pada bait kedua, pergerakan yang sama masih terjadi. Pada bagian “radiant beams...”, Sopran bertindak sebagai cahaya yang lembut dan tenang. Dalam karya ini, dinamika forte dinyanyikan untuk menyatakan kemegahan dan kehangatan. - [Jingle Bells (SATB with Piano)](https://padmamusicpublishing.com/product/jingle-bells-satb-with-piano/) - “Jingle Bells” adalah lagu yang sudah tidak asing lagi didengar. Meskipun identik dengan suasana Natal, baik lirik maupun musik lagu ini tidak memiliki hubungan langsung dengan perayaan keagamaan Natal. Lagu “Jingle Bells” adalah lagu sekuler yang menggambarkan kaum muda-mudi yang sedang bersenang-senang saat bermain balap kereta luncur di musim salju. Umumnya, lonceng-lonceng kecil diikatkan pada kereta luncur tersebut, sehingga saat balapan dimulai, dentingan (jingle) lonceng-lonceng tersebut pun terdengar ke seluruh penjuru kota dan membuat suasana menjadi gembira. Aransemen paduan suara ini ditulis dengan irama Samba khas Brazil untuk menampilkan suasana akhir tahun yang hangat, meriah, dan tidak kalah seru dengan negara-negara bersalju di luar sana. Aransemen paduan suara ini terinspirasi oleh “Samba de uma Nota Só” (“One Note Samba”) ciptaan Antônio Carlos Jobim dan terdapat beberapa kutipan One Note Samba secara langsung maupun tidak langsung, yang bisa menjadi perkenalan awal ansambel paduan suara dengan musik Brazil. Aransemen ini cocok untuk ansambel vokal SATB tingkat manapun dengan jumlah penyanyi sedikit maupun banyak. Nada-nadanya mudah dinyanyikan dan tidak membutuhkan teknik yang sulit. Struktur lagu dan harmoninya sederhana dan cocok untuk penonton awam. Iringan piano dalam karya ini berfungsi sebagai rhythm section untuk membantu menjaga irama Samba para penyanyi. Selayaknya aransemen jazz, improvisasi iringan, penambahan instrumen, dan penggunaan tata gerak/koreografi diperbolehkan, bahkan dianjurkan. Selamat bersenang-senang! - [Ave Maris Stella (SSAA)](https://padmamusicpublishing.com/product/ave-maris-stella-ssaa/) - Ave Maris Stella adalah sebuah komposisi yang berangkat dari himne Latin kuno yang telah digunakan dalam liturgi Gereja sejak abad ke-8. Teks ini memuliakan Maria dengan menyebutnya sebagai “Bintang Laut”, sebuah gelar simbolis yang menggambarkan perannya sebagai penuntun bagi umat manusia menuju Kristus, sebagaimana bintang menjadi penunjuk arah bagi para pelaut. Karya ini dibawakan dalam divisi Sopran 1, Sopran 2, Alto 1, dan Alto 2 dengan suasana lembut sekaligus megah. Karya ini menggunakan 3 bait awal dari himne Ave Maris Stella dengan posisi cantus firmus atau melodi utama yang bergantian. Bagian awal menggambarkan gelombang air yang tenang yang ditunjukkan dengan motif utama nada naik turun dan sekuens. Selanjutnya, bait satu dinyanyikan oleh Sopran sebagai melodi utama dan Alto sebagai iringan akornya. Bagian ini berisi pujian terhadap Bunda Maria yang menyebutkan Maria sebagai Ibu yang lembut, Bunda Allah, serta pintu menuju surga. Pada bait dua, Alto menggantikan Sopran sebagai melodi utama. Pada bait tiga, melodi utama dinyanyikan oleh Sopran 2 dan divisi suara lainnya menyanyikan iringan dengan bentuk yang berganti-gantian sehingga membentuk tekstur seperti iringan piano. Bait tiga dilanjutkan dengan pengulangan tema awal dan diakhiri dengan kata Amen. Karya ini diharapkan dapat dibawakan dengan suasana yang tenang, megah, dan memiliki rasa pujian terhadap Bunda Maria sang Bintang Laut. - [Ya, Tuhan T'lah Dekat! (SATB div. with Organ)](https://padmamusicpublishing.com/product/ya-tuhan-tlah-dekat-satb-div-with-organ/) - Komposisi ini merupakan sebuah himne liturgis dalam masa Adven untuk jemaat dan/atau kor (SATB dengan divisi) dan iringan orgel (manual dengan pedal). Syairnya terinspirasi dari sebuah khotbah oleh St. Bernardus dari Clairvaux berjudul “Tentang Kedatangan Tuhan Kita dan Enam Keadaannya”. Himne ini merupakan doa penantian akan kedatangan Tuhan Yesus Kristus, Sang Juruselamat, ke dunia, baik dalam perayaan suci Hari Raya Natal sebagai Firman yang menjadi manusia, maupun secara eskatologis sebagai Hakim Maha Agung yang akan membangkitkan umat kudus-Nya ke surga dalam pesta abadi. Secara kompositoris, karya ini memiliki pengaturan layaknya repertoar sakral dari Gereja Anglikan. Masing-masing dari enam bait memiliki pengaturan yang berbeda-beda. Pertama, dinyanyikan secara tutti dengan iringan orgel yang standar. Kedua, dinyanyikan hanya oleh SA dengan iringan orgel dalam register flute yang ringan. Ketiga, dinyanyikan oleh jemaat dan kor serta orgel. Keempat, dinyanyikan hanya oleh TB dengan iringan orgel dalam register string yang berat namun lembut. Kelima, kembali dinyanyikan oleh jemaat dan kor serta iringan orgel yang sesekali tacet. Akhirnya, pengaturan keenam dinyanyikan oleh jemaat dengan hiasan diskan serta iringan orgel dengan register yang kaya, tebal, sekaligus kuat. Sebagai sebuah himne yang didedikasikan untuk mengakomodasi keperluan religius dalam peribadatan resmi gerejawi, komposisi ini tidak harus dinyanyikan lengkap, melainkan secara sederhana dapat dinyanyikan hanya oleh jemaat dengan iringan orgel, tanpa aransemen kor. Karya ini juga dapat dinyanyikan dalam liturgi Gereja Katolik maupun komunitas kristiani lainnya. - [Lihatlah Bayi Kecil Tuhan (SATB)](https://padmamusicpublishing.com/product/lihatlah-bayi-kecil-tuhan-satb/) - Berdasar pada Injil Matius 2:1-12, karya ini menggambarkan kejadian saat Yesus lahir dari sudut pandang Tiga Raja atau para Majusi yang datang ke Betlehem. Mereka melihat bintang dari Timur dan mendatangi Yesus untuk memberikan hadiah simbolis berupa emas, kemenyan, dan mur. Melihat bayi Yesus, Tiga Raja itu mengharapkan adanya kedamaian di antara kekacauan yang telah terjadi di dunia. Karya ini diawali dengan suasana yang menggambarkan perjalanan Tiga Raja ke Betlehem, ditandai dengan suara-suara imitasi hewan-hewan malam (seperti burung, jangkrik, ular, dll) dan suara angin, serta alunan harmoni yang dinyanyikan oleh SATB. Bagian selanjutnya merupakan momen para raja bertanya-tanya di mana Yesus dilahirkan, karena mereka mendapatkan penglihatan dari bintang terang yang bersinar di Timur. Pada bagian selanjutnya, mereka menyambut kedatangan Yesus dan memuji-muji nama-Nya. Para raja terpana melihat wajah bayi Tuhan yang bersinar dan berharap akan adanya penebusan dosa manusia. Tangisan dan tawa pertama Yesus menghadirkan berkat dan juga terang. Bagian D dan F dapat dibawakan dengan megah dan lebar dengan intensi memuji kedatangan Yesus dan mengagungkan kekuasaan-Nya. Bagian akhir sebagai puncak dari karya ini juga perlu dinyanyikan dengan suasana megah, terutama pada kata-kata Alleluia. Bagian E menunjukkan betapa orang-orang yang melihat bayi Yesus terpana, sehingga bagian ini dapat dibawakan dengan hikmat dan penuh rasa kagum. - [Sumpah Pemuda (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/sumpah-pemuda-satb-div/) - Komposisi ini merupakan hasil refleksi terhadap nasionalisme di Indonesia dan upaya pemaknaan perjuangan masa kini yang tidak lagi bersifat fisik melainkan ideologis. Naskah historis Sumpah Pemuda dipilih bukan sekadar sebagai narasi, melainkan simbol yang kontras terhadap kondisi lunturnya semangat nasionalisme di kalangan pemuda. Komposisi ini dirancang untuk paduan suara (SATB) minimal 16 orang yang mengintegrasikan teknik narasi (ujaran dengan not tak bernada) dan nyanyian (bernada). Secara musikologis, karya ini dominan menggunakan tangga nada F Dorian dengan register vokal rendah. Pilihan ini bertujuan untuk menampilkan kesan minor yang tidak definitif, sekaligus secara simbolis merepresentasikan lunturnya semangat nasionalisme. Bagian awal menonjolkan penggunaan quintal harmony yang merefleksikan upaya persatuan di tengah perbedaan, disusul oleh register rendah dan akor yang disuspensi untuk menggambarkan stagnasi dan kehilangan semangat pemuda. Bagian selanjutnya menampilkan tekstur yang lebih bergerak (polifonik), gerakan arpeggio pada sopran yang merepresentasikan faktor eksternal, yakni arus globalisasi yang tak terbendung, sementara gerakan sejajar pada tenor dan bass yang cenderung stagnan melambangkan faktor internal, yaitu pemuda yang acuh terhadap kondisi bangsa. Bagian ini juga menampilkan sahut menyahut ritmis antara solo tenor, alto, dan bass untuk menunjukkan kemunculan individu yang peduli, namun tertekan oleh berbagai faktor hingga akhirnya menghilang. Bagian akhir menawarkan resolusi dan cita-cita yang ditandai dengan perubahan progresi akor ke Eb Mayor (Absus4 - Ebsus2/G). Bagian ini merepresentasi kesatuan yang kokoh dan cita-cita bersama untuk kemajuan bangsa Indonesia, menempatkan perbedaan sebagai "hadiah" alih-alih sebagai masalah. - [Panorama (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/panorama-satb-div/) - Secara umum, karya-karya gubahan F. A. Warsono sangat kental dengan elemen patriotisme yang khas pada lagu-lagu perjuangan dan lagu-lagu pasca kemerdekaan Indonesia. Setidaknya ada tiga tema utama yang selalu muncul, yakni kenangan akan perjuangan, syukur atas kemerdekaan, dan pujian atas keindahan alam. Secara musikal, irama mars khas musik patriotik selalu hadir bersama dengan melodi-melodi yang memanfaatkan elemen kebudayaan Indonesia, khususnya dari etnis Jawa dan Sunda yang menjadi latar kehidupan F. A. Warsono. Struktur karyanya juga kerap menyertakan peralihan suasana mayor ke minor dan sebaliknya, menggambarkan penekanannya pada perubahan keadaan bangsa setelah terlepas dari penjajahan. Berbagai warna juga sering muncul dalam syairnya, terutama biru dan hijau yang sangat lekat dengan penggambaran alam. Ajakan untuk bersyukur kepada Tuhan sebagai Pencipta alam dan berbakti kepada sosok Ibu Pertiwi sebagai pemelihara bumi menegaskan bahwa bagi F. A. Warsono, rasa cinta kepada Tuhan, alam, dan bangsa tidak bisa dipisahkan satu sama lain dan harus berjalan beriringan membentuk harmoni yang indah dan kaya. - [Wayang (SSA)](https://padmamusicpublishing.com/product/wayang-ssa/) - Komposisi ini menuangkan kembali puisi Ajip Rosidi dengan judul yang sama melalui tiga bagian suara wanita. Meski sekilas tampak sebagai perpaduan bentuk polifoni dan homofoni, tata suara yang dirangkai oleh Trisutji Kamal lebih menaruh perhatian pada sumbu horizontal. Dengan memanfaatkan rima kata yang mengulang-ulang akhiran -ang, -an, serta didominasi huruf vokal a, komposisi ini menimbulkan efek bunyi sahut-menyahut dengan gema yang timbul-tenggelam dan saling berkelindan. Dengan demikian, komposisi ini akhirnya tampak memiliki tekstur yang cenderung heterofonis seperti musik gamelan. Imitasi bunyi gamelan benar-benar ditampilkan di akhir puisi ini melalui onomatope ‘nang ning neng nong‘ dan tata suara yang ‘imbal-imbalan‘ atau ‘interlocking‘. Bunyi gamelan tersebut kemudian langsung dilanjutkan dengan mengulang frase terakhir puisi dalam modus yang menyerupai pelog, semakin membumikan komposisi ini pada konteks kebudayaan wayang. Riuh-rendah bunyi yang bersusul-susulan dalam penggambaran wayang ini tidak serta-merta berangkat dari asosiasi wayang dengan gamelan yang sangat lekat. Trisutji Kamal menarik puisi ini jauh lebih dalam lagi ke jantung kesenian wayang yang pada hakikatnya merupakan suatu permainan cahaya. Ada suatu strategi sinestesis yang ditemukan dan dieksploitasi dalam komposisi ini, yakni bagaimana sensasi optik yang hadir dalam berbagai kilatan dan pendaran gerak-gerik wayang dapat diteruskan melalui bunyi vokal. Setiap sabetan tangan dalang mulai dari mendekatnya hingga menjauhnya wayang pada kelir putih yang disorot lampu tertuang melalui gerakan bunyi menjauh dan mendekat, mengeras dan melembut, bahkan bergelombang dan berdengung dengung. Pada akhirnya, komposisi ini menegaskan kembali apa yang disampaikan oleh puisinya, bahwa dalam gema di sela-sela bunyi itulah dapat ditemukan jejak lakon wayang yang sebelumnya hadir di sela-sela pendar cahaya dan kini hadir di sela-sela kenangan saja. - [Cantate Domino (SSAA / SATB / TTBB)](https://padmamusicpublishing.com/product/cantate-domino-ssaa-satb-ttbb/) - Teks Cantate Domino merujuk pada Mazmur 95/96: 1–3 dalam bahasa Latin. Mazmur tersebut merupakan seruan yang melambangkan persatuan umat manusia dalam pujian kepada Tuhan serta rasa syukur akan kasih dan kabar gembira. Pembukaan karya ini ditulis dalam tekstur homofonik, yang mencerminkan seruan lantang dan serempak ke seluruh penjuru bumi. Bagian solo merepresentasikan figur pembawa kabar gembira yang penuh kharisma namun tetap lembut, diiringi oleh paduan suara sebagai latar harmoni yang menyelimuti pesan dengan kehangatan. Selain itu, bagian empat suara yang independen, melambangkan setiap individu yang bergerak ke berbagai penjuru dunia, mewartakan kabar gembira dalam keragaman suara yang tetap berpadu dalam kesatuan misi. - [Surilang (SSATBB)](https://padmamusicpublishing.com/product/surilang-ssatbb/) - Karya ini adalah versi modifikasi dengan divisi 6 suara. Tersedia juga format SATB div. hingga 8 suara (format asal) Lagu daerah Betawi yang dikenal dengan “Surilang” merupakan salah satu representasi musik rakyat tradisional, terutama melalui penggunaan pantun tradisional sebagai syairnya. Pantun-pantun dalam lagu ini bertemakan jodoh, perjumpaan, dan kerinduan—tiga unsur yang sangat lekat dengan kehidupan sosial masyarakat Betawi tempo dulu. Struktur lirik terdiri atas tiga stanza utama, dengan selingan frasa khas “Surilang jot enjotan” dan “Hei sayang aduh sayang” yang menjadi ciri khas lagu ini. Frasa “Surilang jot enjotan” sendiri tidak memiliki makna langsung yang terkait dengan syair utama lagu, melainkan lebih berfungsi sebagai elemen penguat suasana. Frasa ini merupakan motif musikal yang diambil dari pola gerak tarian Betawi, yang dikenal dengan iramanya yang lincah dan ceria, yang biasa kita kenal dengan istilah "Gambang Kromong". Dalam konteks lagu ini, frasa tersebut sering dinyanyikan sebagai dasar irama, memberikan identitas musikal yang kuat serta menghadirkan nuansa khas Betawi yang meriah. Aransemen paduan suara ini disusun dengan pendekatan yang relatif sederhana. Harmonisasi yang digunakan cukup ringan, sehingga memberikan ruang bagi penyesuaian dinamika dan ritmik yang dapat dikembangkan oleh kelompok vokal lebih leluasa. Pada stanza pertama, melodi dan harmoni dibawakan oleh kelompok suara wanita, sementara pada stanza kedua, peran tersebut dialihkan kepada kelompok suara pria. Dalam membawakan bagian-bagian ini, kelompok suara utama disarankan menyanyi lebih legato untuk menonjolkan karakter melodis, sedangkan kelompok pendukung yang berperan sebagai iringan vokal dapat membawakan bagian mereka dengan lebih ritmis. Khusus pada awal stanza ketiga, yakni pada birama 38 hingga 47, terdapat penerapan motif kanon sederhana yang dibawakan dengan karakter yang lebih tenang dan legato. Pada bagian ini, kelompok suara bass menyanyikan melodi yang berasal dari motiftarian tradisional, khususnya pada bagian “Surilang jot enjotan”. Secara sengaja, dalam aransemen ini, melodi tersebut tidak diulang berkali-kali seperti dalam versi tradisional. Hal ini memberikan nuansa yang lebih modern tanpa meninggalkan esensi tradisional dari lagu tersebut. Secara keseluruhan, aransemen paduan suara ini memberikan ruang interpretasi yang luas bagi penyanyi, baik dalam aspek musikal maupun ekspresif. Tidak ada tata gerak khusus untuk aransemen ini. Paduan suara bebas membuat tata gerak yang sesuai dengan kebutuhan penampilannya. - [Omnia Tempus Habent (SSAA div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/omnia-tempus-habent-ssaa-div/) - Akhir-akhir ini, banyak kaum muda yang bergumul dengan rasa gelisah akan pencapaian mereka dalam hidup. Mereka merasa bahwa mereka ‘terlambat’ atau ‘tertinggal di belakang’ dalam kehidupan mereka, setelah membandingkan diri mereka dengan rekan sejawat mereka yang telah mencapai target kehidupan ‘ideal’ mereka (seperti mendapatkan pekerjaan impian, menemukan pasangan hidup, membeli rumah, dll.). Perasaan tak pernah puas dalam kehidupan terus menghantui mereka, dan perasaan tersebut diperburuk dengan budaya ‘membanding-bandingkan’ yang semakin nyata dalam kehadiran dan penggunaan media sosial. Banyak yang merasa hidup mereka telah kehilangan harapan dan tidak ada gunanya untuk memperjuangkan mimpi-mimpi mereka lagi. Komposisi ini terlahir pada suatu malam di tengah bulan Juni 2023, saat komposer sedang merenungkan isu ini hampir sepanjang malam. Teks yang dipilih untuk mengangkat isu ini berasal dari kitab Pengkhotbah bab 3. Teks ini mengingatkan kita bahwa segala hal di dunia ini terjadi pada waktu yang tepat. Selain itu, teks ini juga menjadi pengingat bahwa hidup kita tak hanya terdiri dari masa baik saja, namun juga masa yang buruk, baik itu di masa lampau, masa kini, maupun masa depan. Secara musikal, komposisi ini terinspirasi dari komposisi-komposisi Tine Bec dan Petr Eben. Dimulai dengan suasana minor dan penuh dengan meter yang ireguler, yang menggambarkan suasana hati dan pikiran yang gelisah, komposisi ini berkembang menuju suasana yang lebih cerah dan manis, seolah-olah para penyanyi sedang mengalami pencerahan dalam hidup mereka. Setelah menarik diri dalam perenungan pada bagian tengah yang cukup meditatif dengan mendaraskan ayat-ayat seperti sebuah litani, komposisi mengembalikan irama awal dengan modus mayor yang cerah. Pencerahan ini membawa kesadaran bahwa hidup mereka adalah sebuah perjalanan yang harus dinikmati, bukan kompetisi tiada henti; dan tidak apa untuk mereka berbuat kesalahan, dan terus mencoba dan berusaha kembali. Setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orangnya. - [Surilang (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/surilang-satb-div/) - Karya ini adalah versi pertama dengan divisi hingga 8 suara. Tersedia juga format SSATBB dengan divisi 6 suara Lagu daerah Betawi yang dikenal dengan “Surilang” merupakan salah satu representasi musik rakyat tradisional, terutama melalui penggunaan pantun tradisional sebagai syairnya. Pantun-pantun dalam lagu ini bertemakan jodoh, perjumpaan, dan kerinduan—tiga unsur yang sangat lekat dengan kehidupan sosial masyarakat Betawi tempo dulu. Struktur lirik terdiri atas tiga stanza utama, dengan selingan frasa khas “Surilang jot enjotan” dan “Hei sayang aduh sayang” yang menjadi ciri khas lagu ini. Frasa “Surilang jot enjotan” sendiri tidak memiliki makna langsung yang terkait dengan syair utama lagu, melainkan lebih berfungsi sebagai elemen penguat suasana. Frasa ini merupakan motif musikal yang diambil dari pola gerak tarian Betawi, yang dikenal dengan iramanya yang lincah dan ceria, yang biasa kita kenal dengan istilah "Gambang Kromong". Dalam konteks lagu ini, frasa tersebut sering dinyanyikan sebagai dasar irama, memberikan identitas musikal yang kuat serta menghadirkan nuansa khas Betawi yang meriah. Aransemen paduan suara ini disusun dengan pendekatan yang relatif sederhana. Harmonisasi yang digunakan cukup ringan, sehingga memberikan ruang bagi penyesuaian dinamika dan ritmik yang dapat dikembangkan oleh kelompok vokal lebih leluasa. Pada stanza pertama, melodi dan harmoni dibawakan oleh kelompok suara wanita, sementara pada stanza kedua, peran tersebut dialihkan kepada kelompok suara pria. Dalam membawakan bagian-bagian ini, kelompok suara utama disarankan menyanyi lebih legato untuk menonjolkan karakter melodis, sedangkan kelompok pendukung yang berperan sebagai iringan vokal dapat membawakan bagian mereka dengan lebih ritmis. Khusus pada awal stanza ketiga, yakni pada birama 38 hingga 47, terdapat penerapan motif kanon sederhana yang dibawakan dengan karakter yang lebih tenang dan legato. Pada bagian ini, kelompok suara bass menyanyikan melodi yang berasal dari motif tarian tradisional, khususnya pada bagian “Surilang jot enjotan”. Secara sengaja, dalam aransemen ini, melodi tersebut tidak diulang berkali-kali seperti dalam versi tradisional. Hal ini memberikan nuansa yang lebih modern tanpa meninggalkan esensi tradisional dari lagu tersebut. Secara keseluruhan, aransemen paduan suara ini memberikan ruang interpretasi yang luas bagi penyanyi, baik dalam aspek musikal maupun ekspresif. Tidak ada tata gerak khusus untuk aransemen ini. Paduan suara bebas membuat tata gerak yang sesuai dengan kebutuhan penampilannya. - [Butet (SSAA / TTBB)](https://padmamusicpublishing.com/product/butet-ssaa-ttbb/) - Butet merupakan suatu lagu pengantar tidur sekaligus sebuah ratapan yang dinyanyikan ibu kepada anak perempuannya ketika sang ayah berada di medan perang. Lagu ini diaransemen ke dalam format SATB dengan menampilkan banyak sekali panggilan “Butet” yang bersahutan sepanjang lagu. Di bagian awal, panggilan ini menampilkan suara sang ibu yang sedang menenangkan anak perempuannya melalui solo Soprano. Lama-kelamaan, sang ibu hanyut dalam ratapan yang disyairkan dengan eksklamasi “i doge” berulang-ulang. Penggunaan disonansi dan ostinato yang rapat-rapat menimbulkan efek bergetar, seperti suara orang menangis yang sering digunakan dalam tradisi andungandung di masyarakat Batak. Menuju ke bagian akhir, terdengar suara sang ayah menyahut ratapan istri dan anaknya melalui kemunculan solo Tenor tepat sebelum modulasi. Di sini, sosok kedua orang tua tampak dalam soli Sopran dan Tenor untuk menyampaikan harapan baik bagi anaknya, sebelum akhirnya lenyap perlahan-lahan ke dalam panggilan “Butet” sampai lagu berakhir sebagai tanda bahwa pada akhirnya sang anak harus berpisah dengan orang tuanya dan menghadapi dunianya secara mandiri. Tersedia juga dalam format SATB div. (format asal) - [Nusantara (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/nusantara-satb-div/) - Secara umum, karya-karya gubahan F. A. Warsono sangat kental dengan elemen patriotisme yang khas pada lagu-lagu perjuangan dan lagu-lagu pasca kemerdekaan Indonesia. Setidaknya ada tiga tema utama yang selalu muncul, yakni kenangan akan perjuangan, syukur atas kemerdekaan, dan pujian atas keindahan alam. Secara musikal, irama mars khas musik patriotik selalu hadir bersama dengan melodi-melodi yang memanfaatkan elemen kebudayaan Indonesia, khususnya dari etnis Jawa dan Sunda yang menjadi latar kehidupan F. A. Warsono. Struktur karyanya juga kerap menyertakan peralihan suasana mayor ke minor dan sebaliknya, menggambarkan penekanannya pada perubahan keadaan bangsa setelah terlepas dari penjajahan. Berbagai warna juga sering muncul dalam syairnya, terutama biru dan hijau yang sangat lekat dengan penggambaran alam. Ajakan untuk bersyukur kepada Tuhan sebagai Pencipta alam dan berbakti kepada sosok Ibu Pertiwi sebagai pemelihara bumi menegaskan bahwa bagi F. A. Warsono, rasa cinta kepada Tuhan, alam, dan bangsa tidak bisa dipisahkan satu sama lain dan harus berjalan beriringan membentuk harmoni yang indah dan kaya. - [喜怒哀乐 Pleasure, Anger, Sorrow, Joy (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/喜怒哀乐-pleasure-anger-sorrow-joy-satb-div/) - Pleasure, anger, sorrow, joy adalah eksplorasi dua elemen dalam ajaran Konfusianisme, yakni zhong (ekuilibrium): keadaan keempat perasaan tersebut belum muncul; dan he (keselarasan): keadaan keempat perasaan tersebut timbul dengan proporsi yang seharusnya. Secara musikal, keadaan zhong dan he digambarkan dalam dua tema yang memiliki benang merah. Zhong digambarkan dengan tema yang lebih stabil secara struktur, ritme, dan harmoni. Setelahnya, keempat perasaan tersebut mulai dipantik, sehingga menghasilkan tema yang lebih kaya pula secara harmoni, sesuai dengan makna he. Setelahnya, keadaan perlahan-lahan kembali ke “tengah sempurna”, yakni tema zhong. - [Pelangi (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/pelangi-satb-div/) - Secara umum, karya-karya gubahan F. A. Warsono sangat kental dengan elemen patriotisme yang khas pada lagu-lagu perjuangan dan lagu-lagu pasca kemerdekaan Indonesia. Setidaknya ada tiga tema utama yang selalu muncul, yakni kenangan akan perjuangan, syukur atas kemerdekaan, dan pujian atas keindahan alam. Secara musikal, irama mars khas musik patriotik selalu hadir bersama dengan melodi-melodi yang memanfaatkan elemen kebudayaan Indonesia, khususnya dari etnis Jawa dan Sunda yang menjadi latar kehidupan F. A. Warsono. Struktur karyanya juga kerap menyertakan peralihan suasana mayor ke minor dan sebaliknya, menggambarkan penekanannya pada perubahan keadaan bangsa setelah terlepas dari penjajahan. Berbagai warna juga sering muncul dalam syairnya, terutama biru dan hijau yang sangat lekat dengan penggambaran alam. Ajakan untuk bersyukur kepada Tuhan sebagai Pencipta alam dan berbakti kepada sosok Ibu Pertiwi sebagai pemelihara bumi menegaskan bahwa bagi F. A. Warsono, rasa cinta kepada Tuhan, alam, dan bangsa tidak bisa dipisahkan satu sama lain dan harus berjalan beriringan membentuk harmoni yang indah dan kaya. - [History (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/history-satb-div/) - Secara umum, karya-karya gubahan F. A. Warsono sangat kental dengan elemen patriotisme yang khas pada lagu-lagu perjuangan dan lagu-lagu pasca kemerdekaan Indonesia. Setidaknya ada tiga tema utama yang selalu muncul, yakni kenangan akan perjuangan, syukur atas kemerdekaan, dan pujian atas keindahan alam. Secara musikal, irama mars khas musik patriotik selalu hadir bersama dengan melodi-melodi yang memanfaatkan elemen kebudayaan Indonesia, khususnya dari etnis Jawa dan Sunda yang menjadi latar kehidupan F. A. Warsono. Struktur karyanya juga kerap menyertakan peralihan suasana mayor ke minor dan sebaliknya, menggambarkan penekanannya pada perubahan keadaan bangsa setelah terlepas dari penjajahan. Berbagai warna juga sering muncul dalam syairnya, terutama biru dan hijau yang sangat lekat dengan penggambaran alam. Ajakan untuk bersyukur kepada Tuhan sebagai Pencipta alam dan berbakti kepada sosok Ibu Pertiwi sebagai pemelihara bumi menegaskan bahwa bagi F. A. Warsono, rasa cinta kepada Tuhan, alam, dan bangsa tidak bisa dipisahkan satu sama lain dan harus berjalan beriringan membentuk harmoni yang indah dan kaya. - [Spirit (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/spirit-satb-div/) - Secara umum, karya-karya gubahan F. A. Warsono sangat kental dengan elemen patriotisme yang khas pada lagu-lagu perjuangan dan lagu-lagu pasca kemerdekaan Indonesia. Setidaknya ada tiga tema utama yang selalu muncul, yakni kenangan akan perjuangan, syukur atas kemerdekaan, dan pujian atas keindahan alam. Secara musikal, irama mars khas musik patriotik selalu hadir bersama dengan melodi-melodi yang memanfaatkan elemen kebudayaan Indonesia, khususnya dari etnis Jawa dan Sunda yang menjadi latar kehidupan F. A. Warsono. Struktur karyanya juga kerap menyertakan peralihan suasana mayor ke minor dan sebaliknya, menggambarkan penekanannya pada perubahan keadaan bangsa setelah terlepas dari penjajahan. Berbagai warna juga sering muncul dalam syairnya, terutama biru dan hijau yang sangat lekat dengan penggambaran alam. Ajakan untuk bersyukur kepada Tuhan sebagai Pencipta alam dan berbakti kepada sosok Ibu Pertiwi sebagai pemelihara bumi menegaskan bahwa bagi F. A. Warsono, rasa cinta kepada Tuhan, alam, dan bangsa tidak bisa dipisahkan satu sama lain dan harus berjalan beriringan membentuk harmoni yang indah dan kaya. - [Ida Ratu Saking Luhur (SSA / TTB with Kethuk & Genta)](https://padmamusicpublishing.com/product/ida-ratu-saking-luhur-ssa-ttb-with-kethuk-genta/) - Ida Ratu Saking Luhur merupakan satu kutipan dari rangkaian Kidung Wargasari yang umum dilantunkan umat Hindu Bali saat memulai upacara atau persembahyangan, yakni pada saat pendeta atau pemangku mulai melakukan pembacaan mantram untuk menghaturkan sesaji atau banten kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa. Syairnya menggambarkan bentuk kesiapan dan keselarasan seluruh umat untuk menghadap Tuhan dengan rasa syukur dan tulus yang tercermin dari sesaji yang sedang dihaturkan. Layaknya adat istiadat yang sering dilakukan umat Hindu Bali saat memulai berbagai aktivitas, karya ini diawali dengan salam pembuka Om Swastyastu sebagai bentuk harapan agar semua kegiatan berjalan dalam keadaan baik atas karunia Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Salam penutup Om Santi, Santi, Santi, Om diucapkan di akhir karya ini sebagai harapan agar umat dapat beranjak dalam damai. Karya ini mengikutsertakan dua alat musik tradisional Bali, yaitu Kethuk dan Genta. Selain dapat digunakan sebagai penentu ketukan atau tempo saat penampilan berlangsung, Kethuk juga bertujuan untuk menjaga kekhidmatan dan suasana tenang saat lantunan kidung berlangsung. Genta dalam karya ini menggambarkan suasana pendeta yang sedang melakukan pembacaan mantram untuk menghaturkan sesaji, karena Genta selalu dibunyikan oleh pendeta setiap pembacaan mantram dalam upacara atau persembahyangan. - [Hio Hio (SATB div. with Tahuri & Tifa)](https://padmamusicpublishing.com/product/hio-hio-satb-div-with-tahuri-tifa/) - Lagu "Hio-Hio" adalah lagu tradisional dari Maluku yang sarat dengan nilai patriotisme dan penghormatan terhadap para pahlawan sejati. Lagu ini menggambarkan semangat perjuangan tanpa lelah, keteguhan hati, dan pengabdian tulus demi membela hak, kebenaran, serta melindungi tanah air dan rakyat Maluku. Dalam liriknya, terdapat simbolisme ayam jantan hitam (manutura meten) yang terus berkokok tanpa henti (keno pela keno), melambangkan seorang pemimpin yang pantang menyerah dan selalu berjuang demi rakyatnya. Ayam ini menjadi representasi dari tokoh yang berani dan tidak akan berhenti hingga mencapai kemenangan (mehe tupa hio e). Ungkapan “somba-somba” dalam lagu ini mencerminkan rasa hormat yang mendalam kepada para pahlawan yang berjuang murni tanpa kepentingan pribadi. Lagu "Hio-Hio" menjadi ekspresi kebanggaan dan penghormatan masyarakat Maluku terhadap para pejuang yang mengorbankan diri demi kemerdekaan dan kesejahteraan bersama. - [Nasi Bekepor (SATB div. with Body Percussion)](https://padmamusicpublishing.com/product/nasi-bekepor-satb-div-with-body-percussion/) - Nasi Bekepor merupakan lagu yang menceritakan tentang makanan khas Kutai yang disajikan dalam kemeriahan perayaan panen padi. Bagian intro pada suara Alto menggunakan motif gambus yang biasa dimainkan pada musik iringan tarian Jepen. Pada dua bait pertama, melodi dinyanyikan oleh kelompok suara Sopran yang diiringi oleh suara lainnya secara perkusif dan poliritmik. Selanjutnya pada refrain pertama, melodi dinyanyikan oleh kelompok suara pria yang diiringi oleh kelompok suara wanita dengan ritme yang bergerak bersamaan secara lembut. Melodi pada refrain kedua kembali dinyanyikan oleh Sopran, namun dengan tambahan perkusi. Hal tersebut dilakukan untuk memunculkan suasana meriah dan gembira. Penggambaran suasana tersebut juga ditunjang dengan penggunaan beberapa instrumen perkusi, seperti Rebana, Dumbuk, Tamborin, Maracas, Jidur, dan Djimbe. Penurunan intensitas dan dinamika dilakukan pada bait ketiga, yakni dengan adanya solo Sopran dan Tenor yang diiringi dengan lembut oleh koor. Pada refrain terakhir, suasana kembali menjadi rancak dengan penggunaan perkusi yang lebih intens sebelum diakhiri secara megah. Dalam eksekusinya, aransemen ini diharapkan agar dapat disajikan sesuai dengan gaya musik Melayu. Penggunaan instrumen perkusi sangat direkomendasikan untuk menunjang suasana dan gaya yang ingin dicapai. Instrumen yang setidaknya harus digunakan ialah Jidur, Rebana, dan Maracas. Instrumen perkusi tersebut juga dapat diganti dengan perkusi tubuh oleh penyanyi. Meski begitu, hendaknya bunyi perkusi tidak menutupi suara penyanyi. - [Bangunlah Hai Jiwaku (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/bangunlah-hai-jiwaku-satb-div/) - Bangunlah Hai Jiwaku mengandung motivasi untuk memuji Tuhan dan mengingat kasih karunia Tuhan yang selalu dirasakan. Karya ini juga diharapkan bukan sekedar sebagai sarana unjuk kemampuan penyanyi, namun benar-benar menjadi puji-pujian kepada Tuhan yang dilakukan dengan kesadaran penuh. Karya ini memiliki struktur dasar 5 (lima) bagian, yaitu Intro, bagian A, B, C, dan D yang diulang dengan modifikasi. Disonansi di bagian awal dimaksudkan untuk menciptakan tensi dan membangun gairah lagu yang lebih antusias. Fokus melodi berpindah-pindah dari Sopran ke Alto sebagai bentuk sahut-sahutan yang menyimbolkan bahwa pesan ajakan ini tidak hanya dibawakan oleh satu pihak saja. Penggalan kalimat “aku mau bermazmur” dan “aku mau bersyukur” yang dibawakan oleh Alto dalam pola tangga nada mayor dan minor menggambarkan bahwa puji-pujian dan ungkapan syukur kepada Tuhan harus tetap dikumandangkan dalam suka maupun duka. Syair pada bagian B menjelaskan latar belakang puji-pujian ini. Bagian C dapat dimaknai sebagai bentuk kebersamaan dalam memuji Tuhan. Bagian ini dibentuk dari 3 (tiga) akor dasar pada Soprano dan Alto dengan pedal point pada bagian Tenor dan Bass untuk menggambarkan identitas Trinitas Allah. Pada bagian D, setiap bagian suara dipecah dalam pola ritme yang beragam sebagai interpretasi keberagaman peran yang dilakukan dalam memuji Tuhan, yang kemudian bermuara pada ungkapan “Haleluya” dan dilanjutkan dengan imitasi Intro pada tonalitas yang berbeda dan mengalami modulasi menuju tonalitas A Mayor. Bagian E menjadi akhir dari struktur utama lagu sekaligus kembali berperan sebagai awal lagu (Intro kedua). Melalui bagian ini, komponis ingin menginterpretasikan bahwa objek dari ‘yang awal dan yang akhir’ adalah entitas yang sama, yaitu Tuhan. Setelah bagian Intro kedua, terdapat rekapitulasi yang dipenuhi modifikasi sebelum mencapai bagian penutup lagu. - [Ave Maria (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/ave-maria-satb-div-2/) - Komposisi ini menggambarkan kerahiman dan kemurahan hati Bunda Maria dengan menggunakan melodi, ritme, dan progresi chord yang sederhana. Mengambil teks dari doa tradisional Katolik “Salam Maria”, atau “Ave Maria” dalam bahasa Latin, komposisi ini merupakan doa yang berisi pujian-pujian dan permohonan kepada Bunda Maria. Karya ini dibuka dengan suasana mistik yang menggambarkan Bunda Maria sebagai sosok ilahi yang penuh rahmat. Melodi yang sederhana menggambarkan Bunda Maria yang welas asih mengasihi kita dengan murah hati melalui hal-hal yang sederhana. Puncak lagu pada komposisi ini berupa permohonan kepada Bunda Maria, bunda perantara, untuk mendoakan kita kepada Tuhan Allah. Kata “Amen” sebagai penutup doa pada karya ini didampingi dengan melodi yang membangun suasana khusyuk dan syahdu, berharap agar doa dapat dikabulkan. - [Potre Madure (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/potre-madure-satb-div/) - Lagu Potre Madure merupakan lagu rakyat Madura yang mengisahkan tentang sosok historikal Putri Madura. Lagu ini mendeskripsikan kecantikan fisik Putri Madura serta tingkah lakunya yang halus sehingga setiap orang akan terpesona dan terpikat. Lagu ini diaransemen dengan gaya kontemporer serta dibawakan dengan tempo lambat dan mengalun untuk menggambarkan suasana yang romantis. Harmoni dalam aransemen ini diciptakan terbuka untuk memberi kesan kemegahan, namun pada beberapa bagian juga diciptakan harmoni yang tertutup untuk memberi impresi intim dan sederhana. Intro pada aransemen ini dibuat dengan menggunakan dominasi huruf “u” yang dipilih sebagai huruf yang dalam namun tidak berat, memberi kesan megah namun juga penuh rasa bahagia. Dalam melodi lagunya, beberapa motif nada triplet dan semiquaver muncul untuk memberi aksen cengkok namun tetap cantik dan mengalun. Setelah melalui bagian klimaks, bagian lirik “Adhu tretan kapencot ate, monangale potre madure” disusun secara homofon dengan harmoni yang terbuka untuk menggambarkan kekaguman dan memberi kesan konklusi yang megah. Bagian akhir juga dibuat megah dengan membuka harmoni dengan rentang nada A5 di Sopran hingga F2 di Bass. Secara menyeluruh, aransemen ini menyajikan keromantisan yang dibungkus dengan kemegahan. - [Enigma (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/enigma-satb-div/) - "Enigma" adalah komposisi paduan suara yang menggambarkan dilema emosional yang mendalam, terinspirasi dari puisi Leonora Speyer. Kata Enigma sendiri berarti "sesuatu yang sulit dimengerti atau dijelaskan", sebuah konsep yang tercermin dalam perjalanan musikal karya ini. Komposisi ini mengeksplorasi suasana melankolis, misterius, dan penuh ketidakpastian, mencerminkan paradoks dalam teks puisi: "Memaafkan akan lebih mudah jika dapat mengingat, tetapi melupakan justru sulit karena kesedihan itu telah terlupakan." Pada bagian tengah, nuansa misterius semakin diperkuat melalui eksplorasi Tangga Nada Enigmatic, yang diolah dengan penyesuaian enharmonik untuk memperkaya warna harmoni sekaligus mempermudah pembacaan. Dengan tekstur vokal yang ekspresif dan bentuk yang tidak terduga, "Enigma" menghadirkan pengalaman musikal yang menggambarkan kompleksitas perasaan manusia—emosi yang penuh teka-teki dan sulit dimengerti. - [This Marriage (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/this-marriage-satb-div/) - Komposisi ini merupakan suatu persembahan cinta kepada sang mempelai di hari pernikahan yang sakral. Keindahan dari syair yang ditulis oleh Jalaluddin Rumi dalam bahasa Arab di abad ke-12 berhasil diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Kabir Helminski dan kemudian dituangkan ke dalam suatu komposisi paduan suara yang poetik. Tanda birama yang berubah-ubah, susunan suara yang sering susul-menyusul, ditambah dengan irama yang kadang lancar dan kadang tertahan, komplit dengan dinamika yang naik turun dari awal hingga birama 30, menggambarkan suasana perasaan yang tak terbendung karena penuh dengan harapan dan kebahagiaan. Birama 31 hingga 41 menghadirkan suasana yang lebih bersahaja, dengan irama yang cukup stabil dan susunan harmoni yang lebih jernih sebagai gambaran suara orgel pipa yang mengisi ruang peribadatan dan mengantarkan doa-doa dari para hadirin untuk mempelai. Mulai birama 42, suasana takjub dan kehabisan kata-kata yang ada dalam syair dihadirkan dengan frasa unison berdinamika lembut yang terhenti sejenak sebelum dilanjutkan dengan harmoni yang tiba-tiba melebar dengan cepat untuk menggambarkan gejolak roh yang memenuhi pernikahan ini. Akhirnya, komposisi ini diakhiri dengan dinamika naik-turun yang berangsur-angsur lembut dan frase yang saling bersahutan, mengantarkan semua permohonan yang telah disampaikan ke tempat yang tinggi. - [Om Mani Padme Hum (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/om-mani-padme-hum-satb-div/) - Om Mani Padme Hum adalah mantra suci dalam tradisi Buddhisme, terutama dalam aliran Vajrayana dan Mahayana, khususnya di Tibet. Mantra ini terdiri dari enam suku kata: Om, Ma, Ni, Pad, Me, dan Hum. Dalam praktik keagamaan maupun kehidupan sehari-hari, mantra ini dilafalkan untuk membantu memurnikan tubuh, ucapan, dan pikiran, serta membawa ketenangan dan kedamaian bagi yang mengucapkannya. Komposisi "Om Mani Padme Hum" berangkat dari makna mendalam mantra ini dan mencoba merepresentasikannya melalui eksplorasi musikal. Mantra yang dinyanyikan dengan melodi utama pada komposisi ini dihadirkan dalam berbagai suasana dan warna harmoni yang mencerminkan perjalanan menuju ketenangan batin. Bagian awal komposisi menampilkan melodi utama dalam mode Lydian pada tangga nada C, yang memberikan nuansa terang dan penuh harapan. Seiring perkembangan musik, suasana bergeser dengan pengolahan melodi dalam tangga nada G minor natural di bagian tengah, menciptakan kontras emosional yang merefleksikan perjalanan batin yang lebih dalam. Pada bagian akhir, melodi kembali ke mode Lydian, kali ini dalam tangga nada F, memberikan resolusi yang damai dan penuh ketenangan. Komposisi ini didominasi oleh tekstur homofon, di mana harmoni menopang melodi utama, menciptakan atmosfer yang tenang dan meditatif. Melalui pendekatan ini, komponis ingin menggambarkan kondisi batin yang murni, selaras dengan makna dari mantra Om Mani Padme Hum. Karya ini bukan hanya sebuah ekspresi musikal, tetapi juga sebuah pengalaman spiritual yang mengajak pendengar untuk merenung dan merasakan kedamaian yang sejati. - [Marendeng Marampa' (SATB div. Perc.)](https://padmamusicpublishing.com/product/marendeng-marampa-satb-div-perc/) - Lagu ini menceritakan tentang keadaan di tempat lahir orang Toraja yang selalu aman dan tenteram. Pemandangan indah terbentang dan terdapat banyak lembah, gunung dan bukit, serta hamparan sawah dan ladang. Selain itu, dalam lagu ini juga terbersit falsafah orang Toraja yang selalu bekerja keras walau dengan keadaan sedih dan susah. Hal itu dikarenakan orang Toraja sepenuhnya sadar bahwa itu adalah konsekuensi kehidupan yang harus diterima. Lagu ini merupakan salah satu lagu pemersatu bagi suku Toraja. Tujuan lagu ini adalah untuk mengingatkan orang Toraja yang sedang berada di perantauan akan tanah kelahiran mereka. Aransemen SATB ini diawali dengan bait yang dinyanyikan dengan lambat dan diwarnai oleh unsur harmoni jazz. Bagian ini melukiskan rasa rindu dan nostalgia akan kampung halaman dengan pemandangannya yang indah. Setelah itu, bait diulang dengan tempo yang lebih cepat dan ceria serta diiringi oleh perkusi. Ritme yang menjadi unsur penting dalam aransemen ini menggambarkan rasa bangga akan identitas sebagai orang Toraja, juga keinginan kuat untuk selalu bekerja keras dalam menjalani kehidupan. Bagian chorus diawali dengan sahut menyahut antar suara, sebelum akhirnya dinyanyikan secara tutti dan dilanjutkan dengan modulasi. Setelah bait dan chorus diulang dengan beberapa variasi, lagu diakhiri dengan megah. - [Zefiro Torna (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/zefiro-torna-satb-div/) - Dalam mitologi Yunani, Zephyr dikenal sebagai dewa dari angin Barat. Muncul saat awal musim semi, angin ini melambangkan harapan, pembaruan dan awal baru. Melodi yang bergerak dalam irama 6/8 membawa suasana hembusan angin saat Zephyr hadir. Sukacita musim semi mulai digambarkan di bagian “Ridono i prati” dalam tekstur homofonik dengan keceriaan bernuansa barok. Elemen udara (l’aria) dan air (l’aqua) memunculkan lagi tema awal yang legato dan bergerak. Kebahagiaan itu ternyata tidak dirasakan oleh tokoh utama dari puisi ini. Kisah cintanya yang tragis membawa kesedihan yang diceritakan melalui solo bariton, dengan beberapa lompatan interval seperti menangis. Dua komposisi barok dengan teks yang sama oleh Monteverdi dan Marenzio merupakan inspirasi dari karya ini. Progresi harmoni dan melodi yang sederhana memungkinkan teks puisi muncul lebih kuat. Sebagai sebuah karya modern, Zefiro Torna memiliki warna yang berbeda dan menjadi sebuah perjalanan waktu. - [Mestinya (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/mestinya-satb-div/) - Syair komposisi ini diambil dari karya puisi Karsono H. Saputra yang berjudul sama dengan judul komposisi, yaitu “Mestinya”. Mestinya merupakan sebuah penggambaran tentang tiga hal terpenting dalam kehidupan, yaitu: cinta, kasih dan persahabatan. Persahabatan digambarkan sebagai rumpun ilalang, kasih diibaratkan sebagai angin, sementara cinta itu ibarat rumpun bambu. Melalui rumpun ilalang, sang penyair ingin menggambarkan persahabatan itu sebagai sebuah kebersamaan dan kebersatuan yang erat dan tidak terpisahkan. Sementara angin digambarkan sebagai fenomena alam yang selalu hadir walaupun tidak diminta sekalipun. Dalam sebuah persahabatan, kasih adalah sesuatu yang bersifat tulus dan alamiah. Kasih bukanlah sesuatu yang mengharapkan pamrih. Terakhir melalui rumpun bambu, cinta digambarkan sebagai sesuatu yang teduh, mengayomi dan memberikan kehangatan bagi semua warga yang berada di dalamnya. Syair ini dipilih karena ketiga elemen ini sudah mulai jarang kita temukan di masa yang penuh dengan pandangan individualis. - [Tutu Koda (SATB div. Perc.)](https://padmamusicpublishing.com/product/tutu-koda-satb-div-perc/) - Lagu ini bercerita tentang seorang anak yang merantau ke tempat yang baru, di pulau yang jauh di seberang laut. Anak itu mengingat nasihat orangtuanya untuk bermasyarakat dengan baik di tempat yang baru. Sebelum merantau, orangtuanya memberikan kenobo, yaitu hiasan kepala dari daun lontar khas Lamaholot, dan taran bala, yaitu gading putih, sebagai pengingat untuk anaknya di perantauan. Pada aransemen ini terdapat sentuhan gaya tarian Sole Oha, tarian tradisional Lamaholot yang biasanya dilakukan masyarakat sebagai bentuk persatuan, kerukunan dan kekeluargaan dengan dipimpin oleh dua pria yang saling mengumandangkan syair-syair ajakan. Tarian ini terdiri dari banyak masyarakat yang membentuk beberapa lingkaran dan berputar searah sambil bergandengan tangan dengan menghentakkan bolo’n (lonceng kaki). - [Memeluk Senja (TTBB)](https://padmamusicpublishing.com/product/memeluk-senja-ttbb/) - Karya ini menggambarkan keindahan senja. Senja di Indonesia adalah waktu yang spesial, menyajikan pemandangan mengagumkan dengan langit jingga dan cuaca sejuk. Meski begitu, senja sifatnya malu-malu; ia tak menyadari keindahannya sendiri. Itulah sebabnya ia hanya muncul sekejap setiap hari. Pada bagian awal lagu, penulis mencoba menggambarkan situasi senja yang romantis, dengan nuansa deburan ombak di tepi pantai ketika sepasang kekasih menunggu terbenamnya matahari. Penggunaan close harmony digunakan untuk menggambarkan hubungan yang intim antara sang "pengagum" dan sang senja; sedangkan penggunaan open harmony digunakan untuk menggambarkan rasa rindu yang membuncah kepada sang senja. Karya ini seyogyanya dibawakan dengan tenang dan tidak terburu-buru. Tersedia juga dalam format SATB div. (format asal) - [Memeluk Senja (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/memeluk-senja-satb-div/) - Karya ini menggambarkan keindahan senja. Senja di Indonesia adalah waktu yang spesial, menyajikan pemandangan mengagumkan dengan langit jingga dan cuaca sejuk. Meski begitu, senja sifatnya malu-malu; ia tak menyadari keindahannya sendiri. Itulah sebabnya ia hanya muncul sekejap setiap hari. Pada bagian awal lagu, penulis mencoba menggambarkan situasi senja yang romantis, dengan nuansa deburan ombak di tepi pantai ketika sepasang kekasih menunggu terbenamnya matahari. Penggunaan close harmony digunakan untuk menggambarkan hubungan yang intim antara sang "pengagum" dan sang senja; sedangkan penggunaan open harmony digunakan untuk menggambarkan rasa rindu yang membuncah kepada sang senja. Karya ini seyogyanya dibawakan dengan tenang dan tidak terburu-buru. Tersedia juga dalam format TTBB - [Butet (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/butet-satb-div/) - Butet merupakan suatu lagu pengantar tidur sekaligus sebuah ratapan yang dinyanyikan ibu kepada anak perempuannya ketika sang ayah berada di medan perang. Lagu ini diaransemen ke dalam format SATB dengan menampilkan banyak sekali panggilan “Butet” yang bersahutan sepanjang lagu. Di bagian awal, panggilan ini menampilkan suara sang ibu yang sedang menenangkan anak perempuannya melalui solo Soprano. Lama-kelamaan, sang ibu hanyut dalam ratapan yang disyairkan dengan eksklamasi “i doge” berulang-ulang. Penggunaan disonansi dan ostinato yang rapat-rapat menimbulkan efek bergetar, seperti suara orang menangis yang sering digunakan dalam tradisi andungandung di masyarakat Batak. Menuju ke bagian akhir, terdengar suara sang ayah menyahut ratapan istri dan anaknya melalui kemunculan solo Tenor tepat sebelum modulasi. Di sini, sosok kedua orang tua tampak dalam soli Sopran dan Tenor untuk menyampaikan harapan baik bagi anaknya, sebelum akhirnya lenyap perlahan-lahan ke dalam panggilan “Butet” sampai lagu berakhir sebagai tanda bahwa pada akhirnya sang anak harus berpisah dengan orang tuanya dan menghadapi dunianya secara mandiri. Tersedia juga dalam format SSAA dan TTBB - [Khotmil Qur'an (SA div. Piano)](https://padmamusicpublishing.com/product/khotmil-quran-sa-div-piano/) - Khotmil Qur'ân merupakan doa yang dipanjatkan oleh kaum muslimin yang baru saja selesai (khatam) membaca Kitab Suci Al-Qur'an. Dalam perkembangan tradisi Islam, doa ini kemudian dilantunkan menjadi sebuah lagu dan dinyanyikan dalam banyak kesempatan sebagai pujian kepada Tuhan yang telah menurunkan Kitab Suci untuk menjadi tuntunan hidup umat-Nya. Lagu ini diaransemen oleh M. Simbolon tanpa mengubah melodi maupun irama yang lazim dikenal secara umum demi menjaga kaidah pengucapan bahasa Arab yang baik. Oleh karena itu, aransemen ini seyogyanya dibawakan dengan mengutamakan kaidah kebahasaan tersebut. Di bagian tengah, terdapat pola melodi berulang-ulang yang mencirikan tradisi sholawat yang dilantunkan sebagai ungkapan cinta dan harapan pada Nabi Muhammad SAW. Iringan piano ditambahkan semata-mata untuk membantu paduan suara yang belum mampu membawakan secara a capella, sehingga sifatnya opsional dan jangan sampai mengalahkan keutamaan nyanyiannya. - [Ave Maria (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/ave-maria-satb-div/) - Doa Salam Maria, atau dalam bahasa Latin dikenal sebagai "Ave Maria," adalah salah satu doa paling penting dan sering digunakan dalam tradisi keagamaan Katolik, yang dianggap sebagai ungkapan kasih dan penghormatan kepada Maria, serta sebagai permohonan agar Maria mendoakan umat Kristiani di hadapan Yesus. Melalui karya "Ave Maria" ini, komposer mencoba menggabungkan kekudusan dan kedalaman emosi melalui struktur musikal yang terdiri dari tiga bagian: A-B-A'. Menggunakan struktur melodi dan harmoni yang tidak terlalu kompleks, karya ini dibuat agar cocok untuk dinyanyikan oleh berbagai jenis paduan suara, dari tingkat mahir hingga paduan suara gereja. Tangga nada A mayor dipilih untuk memberikan kehangatan dan kedekatan pada Tuhan. - [Doa Untuk Alam (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/doa-untuk-alam-satb-div/) - Karya ini merupakan sebuah doa dan perenungan tentang kerusakan alam dan dampaknya terhadap kehidupan makhluk hidup. Dibagi menjadi tiga bagian, karya ini diawali dengan perenungan pada bagian pertama yang ditandai dengan rehearsal mark A dan B, yang mengajak kita semua untuk menyadari kerusakan yang terjadi, dan berusaha untuk memulihkan alam. Pada bagian kedua yang ditandai dengan rehearsal mark C dan D, doa dipanjatkan, memohon pemulihan agar alam dapat kembali menjadi sumber kehidupan yang harmonis dan bermanfaat bagi semua makhluk. Bagian yang terakhir, yaitu bagian ketiga yang ditandai dengan rehearsal mark E, berisi tentang harapan agar suatu saat nanti kita semua dapat melihat lagi keindahan alam yang seutuhnya. Karya ini menggunakan tangga nada mayor diatonis, dan sebagian besar menggunakan tekstur homofon. Pembangunan suasana dilakukan dengan pengolahan dinamika, serta pengolahan struktur voicing. Melalui karya ini, komponis ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya melestarikan alam agar keindahan alam yang merupakan anugerah dari Tuhan untuk semua makhluk hidup dapat dirasakan oleh generasi generasi yang akan datang. - [Soito (SSA div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/soito-ssa-div/) - Lagu ini berasal dari daerah Serui di Kabupaten Yapen Kepulauan, Papua. Lagu ini menggambarkan tentang keindahan Teluk Manggunani yang jernih dan tenang di mana ribuan ikan berbaris dan berenang ke sana ke mari. Selain itu, lagu ini juga mengajak masyarakat sekitar untuk mengunjungi teluk tersebut sebagai tempat wisata yang indah dan memesona untuk dikunjungi. Aransemen SSA ini diiringi oleh perkusi Tifa khas Papua, namun dapat juga diganti dengan perkusi lain yang menyerupai Tifa. Perkusi yang minimalis tersebut diperkaya dengan eksplorasi bunyi perkusi tubuh yang dilakukan oleh penyanyi. Meski dalam beberapa bagian lagu ini dibawakan dalam tempo lambat atau secara aklamatif, namun secara keseluruhan lagu ini sebaiknya dibawakan dengan penuh semangat dan bersifat ritmik. Manakala terdapat syair “biye” beserta pengulangannya, hendaklah diberi penekanan lebih sebagai suatu ajakan untuk ikut bergerak dan berjalan bersama. - [Gunung Salahutu (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/gunung-salahutu-satb-div/) - Lagu "Gunung Salahutu" merupakan karya seni budaya Maluku yang menggambarkan keindahan alam dan kekuatan cinta. Gunung Salahutu, yang terletak di Pulau Ambon, menjadi inspirasi utama lagu ini. Melalui lirik yang puitis dan melodi yang merdu, lagu ini mengungkapkan kesetiaan, kekuatan, dan kebahagiaan. Lagu ini memiliki makna yang mendalam, mencerminkan budaya dan tradisi masyarakat Maluku. "Gunung Salahutu" sering dinyanyikan dalam acara-acara adat, pernikahan, dan perayaan budaya, memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat Maluku. Aransemen ini menggunakan format paduan suara campuran dengan solis yang menggambarkan seseorang yang merindukan kampung halamannya di Maluku. Bentuk aransemen yang sederhana juga dimaksudkan agar aransemen ini dapat dinyanyikan oleh berbagai paduan suara di tingkat kemahiran manapun. Perubahan tempo yang terjadi dalam karya ini dimaksudkan agar menjadi perubahan suasana yang di awal sendu sebagai penggambaran kerinduan yang mendalam, menjadi sedikit lebih cepat di bagian akhir lagu sebagai penggambaran pengharapan yang besar agar dapat kembali pulang ke kampung halaman. - [Ampar-Ampar Pisang (SSA Piano Perc.)](https://padmamusicpublishing.com/product/ampar-ampar-pisang-ssapianoperc/) - Ampar-Ampar Pisang adalah lagu daerah berbahasa Banjar karya Hamiedan AC, seorang seniman asal Kalimantan Selatan, Indonesia. Lagu ini konon dibuat oleh rakyat Banjar untuk menakut-nakuti anak-anak yang suka mencuri pisang yang di-‘ampar’ untuk membuat kue pisang. Lagu ini kemudian menjadi pengiring permainan anak, yang mana sang anak yang kalah dalam permainan kakinya harus dilipat karena sudah ‘digigit bulus’. Aransemen ini ditulis untuk Miaoli Jianguo Elementary School, yang mana anggota paduan suaranya terdiri dari anak kelas 3 sampai dengan 6 SD, sehingga range suara penyanyinya juga disesuaikan untuk usia tersebut. Penggunaan perkusi berupa bongo dan triangle untuk memeriahkan ritme dalam ‘permainan’, diikuti dengan beberapa perubahan tempo supaya alur permainan terasa lebih dinamis dan terasa lebih playful. - [1825 (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/1825-satb-div/) - Ide utama karya ini berasal dari dua peristiwa, yakni Perang Jawa / Perang Diponegoro (1825 - 1830) dan Masa pendudukan Jepang di Indonesia (1942 - 1945). Chairil Anwar menyelesaikan puisi "Diponegoro" di tahun 1943, yang juga merupakan tahun kedua pendudukan Jepang di wilayah Indonesia. Seperti banyak karya seni yang muncul pada periode waktu tersebut, puisi ini merupakan salah satu bentuk perjuangan rakyat Indonesia untuk melawan penjajahan Jepang. Pada puisinya, Chairil Anwar memilih untuk mengobarkan semangat juang rakyat dengan memberikan kisah perjuangan lain yang terjadi di masa lampau: Kesultanan Yogyakarta melawan pemerintah Hindia-Belanda. Komposisi ini dimulai dengan suasana muram dan suram, menggambarkan suasana rakyat Indonesia yang ditindas oleh penjajah. Keadaan terus-menerus dijajah kemudian melahirkan kesadaran untuk berjuang, yang digambarkan pada bagian tengah. Meskipun perang sebelumnya di tahun 1825 berakhir dengan kekalahan, cerita ini tetap memberikan inspirasi bagi rakyat di tahun 1943. Oleh karenanya, meskipun karya ini berakhir dengan tema "terjajah" seperti di awal, rakyat memiliki semangat baru yang dibisikkan oleh pejuang-pejuang pendahulu mereka: "Maju. Serbu. Serang. Terjang." - [Lux Aeterna (SSATBB)](https://padmamusicpublishing.com/product/lux-aeterna-ssatbb/) - Lux Aeterna merupakan nyanyian komuni dalam misa Requiem, misa kematian dalam Gereja Katolik Roma untuk mendoakan arwah manusia yang meninggal dunia. Komposisi ini tercipta dalam situasi dimana komposer sedang menghadapi wabah pandemi Covid-19. Karya ini ditulis untuk format paduan suara campuran akapela. Bagian awal karya dimulai dengan satu pitch dengan sinkopasi yang ingin menggambarkan imajinasi sinar Ilahi dengan karakter murni dan berkilauan. Bagian tengah karya ingin menggambarkan doa manusia yang semakin terkumpul dimulai dari tangga nada minor, perlahan bergerak menjadi tangga nada mayor hingga menjadi satu akor kuat yang memuncak di bagian rekapitulasi. Akor terakhir dalam karya ini menggunakan kombinasi susunan akor closed structure di kelompok pria serta open structure di kelompok wanita yang ingin menggambarkan bumi dan langit, seperti halnya hubungan vertikal antara manusia dan Tuhan. - [Ondel-ondel (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/ondel-ondel-satb-div/) - "Ondel-ondel" merupakan salah satu lagu daerah khas Betawi yang bercerita tentang boneka adat Betawi yang memiliki tinggi sekitar 2,5 meter. Boneka Ondel-ondel dikenal sebagai simbol budaya Betawi yang menggambarkan sosok pelindung dari roh-roh jahat, Ondel-ondel biasanya ditampilkan dalam berbagai acara untuk memeriahkan pesta rakyat atau perayaan tertentu di daerah Jakarta. Lagu ini diciptakan oleh Djoko Subagyo dan diaransemen secara sederhana untuk paduan suara campur, karya ini menampilkan bunyi-bunyian yang rancak dengan mengimitasi bunyi-bunyian khas Betawi. Alunan ritmis yang riang gembira menggambarkan keceriaan masyarakat saat menyambut Ondel-ondel yang berjalan sambil menari. - [Lancang Kuning (SSATBB)](https://padmamusicpublishing.com/product/lancang-kuning-ssatbb/) - Lancang Kuning adalah sebuah lagu rakyat Riau yang menggambarkan masa kejayaan kerajaan Siak Sri Indrapura yang menguasai lautan melalui armada kapal berwarna kuning. Selain berbangga dengan sejarah kekuatan maritim, masyarakat Riau juga berpegang pada Lancang Kuning sebagai sumber pengajaran yang mengandung makna filosofis. Bait pertama yang menceritakan kapal berlayar di malam hari dan menuju ke laut dalam menggambarkan perjalanan hidup yang penuh tantangan dan tak jarang berhadapan dengan bahaya. Bait kedua kemudian berfungsi sebagai sebuah peringatan bahwa orang-orang yang menjadi pemimpin haruslah orang yang memiliki pemahaman dan keterampilan yang mumpuni agar dapat membawa masyarakat melalui badai kehidupan dan terbebas dari kemalangan. Aransemen ini dibuat dengan unsur-unsur musik Melayu yang cukup kental, seperti penggunaan alterasi di nada ketujuh dalam skala menurun, penggunaan irama seperti Zapin dan Joget, penambahan seruan-seruan, dan peniruan bunyi serta pola permainan alat musik Melayu. - [Karhutla (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/karhutla-satb-div/) - Pada karya ini, komponis berusaha untuk menggambarkan peristiwa kebakaran hutan dan lahan sesuai dengan runtutan kejadiannya. Peristiwa ini diawali pada bagian A, sebelum terjadinya kebakaran hutan. Tiba-tiba, api tersulut, dan membakar hutan dengan ganasnya pada bagian B. Suasana hutan pada saat dilahap oleh api dideskripsikan pada bagian C. Karya ini diakhiri pada bagian E, dimana api pada akhirnya padam dan tidak menyisakan kehidupan apapun. Suasana kebakaran hutan pada karya ini dihadirkan dengan penerapan ostinato, polychord, dan polytonal. - [Don Dap Dapé (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/don-dap-dape-satb/) - Don Dap Dape adalah lagu rakyat tradisional Bali yang masuk ke dalam kategori 'sekar rare' dan terkenal dengan bentuk yang sederhana namun mengandung makna yang dalam. Lagunya diawali dengan puisi mengenai pohon Dadap yang daunnya menguning seperti pisang matang yang tumbuh di dalam istana, kemudian dibalas dengan rima yang mengajak orang bernyanyi di depan anak-anak. Lagunya berakhir dengan pesan agar orang bergembira dalam kebersamaan dan saling memaafkan demi kerukunan di masa depan. Karya ini ditulis untuk format SSAATTBB a capella dengan banyak dinamika sahut-menyahut antar suara sehingga menyerupai gaya kesenian 'genjek' yang berasal dari Karangasem, Bali. Sekelompok kecil membawakan melodi lagunya, sementara yang lainnya menjadi pengiring yang mengimitasi bunyi berbagai instrumen tradisional dan sesekali mengulangi syair-syair yang dilagukan. Bagian pertama aransemen ini dapat dibawakan dengan iringan suling Bali, sementara bagian kedua dapat dibawakan dengan instrumen -instrumen tanpa nada seperti 'kendang', 'ceng-ceng', dan 'ketuk' yang telah lazim digunakan masyarakat Bali. - [Berperahu (SSA with Piano)](https://padmamusicpublishing.com/product/berperahu-ssa-with-piano/) - Karya ini cocok untuk paduan suara anak di bawah 12 tahun Karya ini menyajikan berbagai penggambaran yang terjadi manakala seseorang sedang berlayar di atas perahu. Tidak hanya syairnya yang menggunakan elemen-elemen bunyi sajak untuk menampilkan kesan gerak perahu dan air yang bergelombang dan berombak, tata suara yang digunakan pun bergerak dalam suatu siklus yang berulang-ulang bak riak air yang tercipta dalam setiap kayuhan dayung atau gerak angin yang meniup layar hingga berkibar. Meski begitu, karya ini tetap sederhana dalam penyajiannya. Struktur lagu singkat yang berbentuk AABA, disertai harmoni diatonis sederhana dan rangkaian melodi yang bergerak mulus, menjadikan karya ini cocok untuk dibawakan oleh paduan suara anak. Iringan piano menjadi penopang irama yang turut bergerak mengikuti kontur paduan suara di atasnya. Alhasil, karya ini tidak mudah membuat jenuh meski didengarkan berulang-ulang. Dinamika yang tercantum pada partitur ini merupakan tambahan yang dibubuhkan oleh kurator berdasarkan interpretasi yang dipandang cukup seimbang bagi paduan suara anak. Tiap- tiap paduan suara dipersilakan berkreasi dengan interpretasi masing-masing agar karya ini menjadi semakin variatif dalam setiap penyajiannya. - [Mentari Samudera (SATB div.)](https://padmamusicpublishing.com/product/mentari-samudera-satb-div/) - Mentari Samudera terinspirasi dari pengalaman pribadi komponis saat menikmati senja di sebuah pantai di Yogyakarta. Karya ini menceritakan tentang kisah imajinatif antara matahari (Mentari) dan lautan (Samudera), dua elemen alam yang setia saling menemani dan melengkapi satu sama lain sepanjang hari. Kehangatan Mentari menerangi Samudera, yang kemudian memantulkan kilaunya dan menciptakan pemandangan yang indah. Namun, saat senja tiba, Mentari seolah mendekat pada Samudera hanya untuk kemudian pergi dan digantikan oleh malam. Meski terpisah oleh gelapnya malam, Mentari akan selalu kembali menyinari Samudera di pagi hari. Dari imajinasi tersebut, komponis merefleksikan pertanyaan yang lebih manusiawi: mampukah manusia saling mencintai tanpa lelah, seperti Mentari yang setia kembali kepada Samudera meski malam memisahkan? Mampukah kita tetap melihat keindahan dalam diri masing-masing yang terpancar melalui kehadiran orang lain, walaupun hidup bagai malam yang tidak selalu terang dan indah? Karya ini diharapkan dapat menjadi refleksi bagi penyanyi maupun pendengar tentang kedalaman makna kasih sayang dan kesetiaan dalam hubungan antar manusia. Dalam karya ini, Mentari direpresentasikan oleh suara wanita (SA), sedangkan Samudera diperankan oleh suara pria (TB). Teks karya menggambarkan percakapan antara kedua tokoh, yang saling mengungkapkan kekaguman dan kebutuhan satu sama lain. Setiap akhir bagan memuat pesan terakhir atau pesan perpisahan yang menjadi inti emosional karya ini, menandai datangnya senja sebagai waktu perpisahan sementara. Pada akhir bagan pertama (bar 36), Mentari menyampaikan pesan: “tetaplah berkilau, sampai berjumpa,” yang mengandung harapan agar Samudera tetap bersinar meski mereka harus berpisah. Sementara itu, pada akhir bagan kedua (bar 61), Samudera membalas dengan pesan, “terbitlah kembali, ku ’kan menanti,” yang melambangkan kesetiaan dan penantian akan pertemuan kembali di pagi hari. Mengingat kedalaman makna yang terkandung di dalamnya, karya ini diharapkan dibawakan dengan karakter yang lembut dan penuh perasaan. Vokal disarankan memiliki warna yang cerah, khususnya pada pelafalan huruf vokal “a”, dengan legato yang mengalir tanpa terputus serta dinamika yang cenderung lembut. Keunikan karya ini juga terletak pada rentang vokal yang luas, mencakup nada-nada rendah untuk Bass dan Alto, serta nada-nada tinggi untuk Sopran dan Tenor. Dalam mencapai rentang tersebut, penyanyi disarankan untuk tidak mengutamakan volume, melainkan menjaga dinamika yang lembut tanpa paksaan. Alto 2 diharapkan mampu menyanyikan nada-nada rendah dengan warna vokal yang tetap cerah. Pesan perpisahan di setiap akhir bagian hendaknya dinyanyikan dengan sepenuh hati dan kelembutan, layaknya harapan tulus yang kita panjatkan untuk orang yang kita kasihi. Tempo yang tercantum dalam partitur berfungsi sebagai acuan. Interpretasi serta kebebasan dalam tarik-ulur tempo diperkenankan dan sepenuhnya diserahkan kepada konduktor masing-masing. - [Iesu Infans Dulcissime (SSA div. with Piano)](https://padmamusicpublishing.com/product/iesu-infans-dulcissime-ssa-div-with-piano/) - Iesu Infans Dulcissime merupakan suatu doa dalam tradisi Gereja Katolik yang ditujukan kepada Bayi Yesus. Komposisi ini mengambil salah satu bait doa yang menjelaskan situasi saat kelahiran-Nya dari Perawan Maria yang diumumkan oleh para Malaikat dan disaksikan oleh para gembala di kota Betlehem. Doa ini diakhiri dengan suara umat yang memohon pengampunan dari Tuhan. Struktur karya ini secara garis besar dibagi ke dalam empat bagian. Bagian pertama menyajikan melodi dalam birama 3/4 untuk menampilkan kelahiran Bayi yang manis, disusul dengan tekstur homofoni yang menyokong melodi yang sama. Setelah itu birama berganti menjadi 4/4 dengan ritme yang lebih tegas, menyajikan keadaan-keadaan saat kelahiran Bayi yang menegaskan kemuliaan peristiwa tersebut. Bagian ketiga menampilkan suasana yang beralih menjadi lebih sendu dengan perubahan dari mayor ke minor, menggambarkan suasana permohonan dan pertobatan. Akhirnya, melodi di bagian awal ditampilkan kembali untuk menutup komposisi ini dengan manis. ## Kategori - [Artikel](https://padmamusicpublishing.com/category/artikel/) - [Komposer](https://padmamusicpublishing.com/category/komposer/) - [Hero Banner](https://padmamusicpublishing.com/category/hero-banner/) ## Tag - [komposer](https://padmamusicpublishing.com/tag/komposer/) - [bincang santai](https://padmamusicpublishing.com/tag/bincang-santai/) - [Agastya Rama Listya](https://padmamusicpublishing.com/tag/agastya-rama-listya/) - [Nicholas Rio](https://padmamusicpublishing.com/tag/nicholas-rio/) - [Budi Utomo Prabowo](https://padmamusicpublishing.com/tag/budi-utomo-prabowo/) - [repertoar paduan suara](https://padmamusicpublishing.com/tag/repertoar-paduan-suara/) - [memilih karya](https://padmamusicpublishing.com/tag/memilih-karya/) - [Jessica Amadea](https://padmamusicpublishing.com/tag/jessica-amadea/) - [Padma Mencari Karya](https://padmamusicpublishing.com/tag/padma-mencari-karya/) - [paduan suara](https://padmamusicpublishing.com/tag/paduan-suara/) - [choir](https://padmamusicpublishing.com/tag/choir/) ## Kategori produk - [Berryl Carlos Manuel](https://padmamusicpublishing.com/product-category/berryl-carlos-manuel/) - [Nyoman Pranata](https://padmamusicpublishing.com/product-category/nyoman-pranata/) - [Handy Kwong](https://padmamusicpublishing.com/product-category/handy-kwong/) - [Milton Sandyka](https://padmamusicpublishing.com/product-category/milton-sandyka/) - [Dimitrij Ray](https://padmamusicpublishing.com/product-category/dimitrij-ray/) - [M. Simbolon](https://padmamusicpublishing.com/product-category/m-simbolon/) - [Cherly Susanti](https://padmamusicpublishing.com/product-category/cherly-susanti/) - [Agastya Rama Listya](https://padmamusicpublishing.com/product-category/agastya-rama-listya/) - [Albertus Rahardyan](https://padmamusicpublishing.com/product-category/albertus-rahardyan/) - [Poedji Soesila](https://padmamusicpublishing.com/product-category/poedji-soesila/) - [Vatara A. Silalahi](https://padmamusicpublishing.com/product-category/vatara-a-silalahi/) - [Ega O. Azarya](https://padmamusicpublishing.com/product-category/ega-o-azarya/) - [Agnes Hapsari](https://padmamusicpublishing.com/product-category/agnes-hapsari/) - [Nicholas Rio](https://padmamusicpublishing.com/product-category/nicholas-rio/) - [Daniel Nugrahanto](https://padmamusicpublishing.com/product-category/daniel-nugrahanto/) - [Yosan Cahyadi](https://padmamusicpublishing.com/product-category/yosan-cahyadi/) - [Firdaus Patras Gumolung](https://padmamusicpublishing.com/product-category/firdaus-patras-gumolung/) - [Josia Manuel Charisto](https://padmamusicpublishing.com/product-category/josia-manuel-charisto/) - [Leo Alfin Erlanda](https://padmamusicpublishing.com/product-category/leo-alfin-erlanda/) - [F. A. Warsono](https://padmamusicpublishing.com/product-category/f-a-warsono/) - [Joseph Kristanto Pantioso](https://padmamusicpublishing.com/product-category/joseph-kristanto-pantioso/) - [Stefanus Vincent](https://padmamusicpublishing.com/product-category/stefanus-vincent/) - [Dody Soetanto](https://padmamusicpublishing.com/product-category/dody-soetanto/) - [Trisutji Kamal](https://padmamusicpublishing.com/product-category/trisutji-kamal/) - [Elkindangen](https://padmamusicpublishing.com/product-category/elkindangen/) - [I Gusti Made Geraldi](https://padmamusicpublishing.com/product-category/i-gusti-made-geraldi/) - [Samuel Pramahudi](https://padmamusicpublishing.com/product-category/samuel-pramahudi/) - [Mikha Ogung J. Panggabean](https://padmamusicpublishing.com/product-category/mikha-ogung-j-panggabean/) - [Cosmas Adrian](https://padmamusicpublishing.com/product-category/cosmas-adrian/) - [Gavin Wiyanto](https://padmamusicpublishing.com/product-category/gavin-wiyanto/) - [Vicky Achmad](https://padmamusicpublishing.com/product-category/vicky-achmad/) - [Samuel K. Tedjawidjaja](https://padmamusicpublishing.com/product-category/samuel-k-tedjawidjaja/) - [Gregorius Gerald Pratomo](https://padmamusicpublishing.com/product-category/gregorius-gerald-pratomo/) - [Ken Steven](https://padmamusicpublishing.com/product-category/ken-steven/) - [Fransesco Ganang](https://padmamusicpublishing.com/product-category/fransesco-ganang/) - [Karolus Kerubim](https://padmamusicpublishing.com/product-category/karolus-kerubim/) - [Asti Fajriani](https://padmamusicpublishing.com/product-category/asti-fajriani/) - [Alfred Simanjuntak](https://padmamusicpublishing.com/product-category/alfred-simanjuntak/) - [Ronald Pohan](https://padmamusicpublishing.com/product-category/ronald-pohan/) - [Giovanni Primero](https://padmamusicpublishing.com/product-category/giovanni-primero/) - [Yosefano F. Ardani](https://padmamusicpublishing.com/product-category/yosefano-f-ardani/) - [IGM Geraldi](https://padmamusicpublishing.com/product-category/igm-geraldi/) ## Tag Produk - [Musik Sekuler](https://padmamusicpublishing.com/product-tag/musik-sekuler/) - [Musik Rakyat](https://padmamusicpublishing.com/product-tag/musik-rakyat/) - [Musik Religius](https://padmamusicpublishing.com/product-tag/musik-religius/)