O (SATB div.)
Karolus KerubimKomposisi ini berangkat dari puisi karya Sutardji Calzoum Bachri, salah satu pelopor penyair angkatan 1970-an yang mendapat julukan Presiden Penyair Indonesia. Banyak kajian menafsirkan bahwa puisi “O” ini mengandung makna tentang perjalanan spiritual manusia dalam upaya menemukan hakikat Tuhan. Dalam lika-likunya, banyak hal yang dirasakan penyair seperti duka, keresahan, keraguan, dan kesia-siaan. Hal tersebut direpresentasikan dalam karya musik melalui penggunaan akor minor dan diminished, juga bisikan dan hentakan kaki sebagai penguat suasana. Judul “O” disematkan penyair sebagai simbol kekosongan, kehampaan, dan lubang batin manusia yang belum mampu menggapai serta mengenal Tuhan secara utuh. Huruf “O” yang ditulis kembali oleh penyair pada akhir puisi direpresentasikan secara musikal dengan menghilangkan terts pada akor, sehingga meniadakan definisi mayor atau minor dan menciptakan kualitas harmoni yang hampa.
Rp60.000



